Awas! Jebakan Preman Digital dan Pinjol Ilegal

Kolom Telematika

Awas! Jebakan Preman Digital dan Pinjol Ilegal

Alfons Tanujaya - detikInet
Kamis, 26 Agu 2021 14:18 WIB
Pinjol Ilegal
Awas! Jebakan Preman Digital dan Pinjol Ilegal (Foto: Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Profesi penagih hutang atau debt collector DC pada umumnya membutuhkan syarat penampilan yang mengintimidasi, galak, berpikiran pendek dan berani melakukan hal yang mengintimidasi korbannya guna mencapai tujuannya dan tidak sungkan melanggar hukum dalam menjalankan tugasnya menagih hutang dari peminjam. Jika sebelum era digital dimana tampilan fisik yang mengintimidasi dan jenis kelamin pria umumnya menjadi salah satu syarat DC, maka dalam era digital ini profesi DC juga ikut berevolusi dimana tampilan fisik dan jenis kelamin tidak menjadi syarat utama.

Syarat utama bergeser pada kemampuan verbal (bacot) yang mumpuni, omong besar dan berani melanggar etika dalam menjalankan tugasnya untuk mengintimidasi korbannya dalam menjalankan tugasnya. Karena itu profesi ini juga banyak dilakoni bukan hanya oleh kaum pria saja melainkan kaum wanita yang secara natural umumnya memiliki kemampuan verbal tinggi dan jika dibekali dengan dukungan data yang tepat, korbannya akan dibuat tidak berdaya.

Tidak percaya?

Berikut pengalaman Bang Poltak yang juga tidak kalah galak ketika di teror DC pinjaman online secara daring dan bersikukuh tidak bersedia membayar pinjaman tersebut malah menantang DC online ini kalau berani melakukan kopi darat. Namun Bang Poltak yang rupanya ISTI (ikatan suami takut istri) ini langsung mengkeret dan melunasi pinjaman yang ditagih ketika DC online berhasil mengetahui identitas istri dan tempat kerja istrinya, serta mulai meneror rekan-rekan di tempat kerja istrinya yang tidak tahu menahu dan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini dengan informasi hutang piutang ini. Bisa-bisa hanya karena uang 1 - 2 juta rupiah istri jadi malu atau dikeluarkan dari tempat kerja.

Aksi Pinjol Ilegal

Tidak semua pinjol meresahkan, bahkan sebenarnya implementasi teknologi pada sistem keuangan banyak membantu menjangkau lebih luas masyarakat yang membutuhkan pinjaman cepat dan bersedia membayar bunga sedikit lebih tinggi dibandingkan institusi pinjaman konvensional. Dan dalam banyak kasus konsumen pinjol kurang memenuhi persyaratan dan ditolak jika mengajukan melalui lembaga keuangan konvensional seperti bank.

Hal ini bisa dipenuhi oleh pinjol yang bisa memberikan pinjaman tanpa persyaratan rumit, jaminan dan proses bertele-tele seperti bank dan dalam waktu cepat bisa langsung memberikan pinjaman kilat tanpa membutuhkan jaminan fisik seperti di bank atau lembaga finansial lain asalkan syaratnya dipenuhi. Syaratnya adalah data kependudukan yang valid dan akses terhadap beberapa informasi krusial yang dibutuhkan jika peminjam mangkir atau tidak melunasi pinjamannya. Akses informasi krusial ini yang sering menjadi masalah utama karena menyangkut informasi pribadi, kontak dan data pribadi yang nantinya akan dieksploitasi jika peminjam mangkir menjalankan kewajibannya.

Hal lain yang meresahkan adalah aksi pinjol ilegal yang menjebak dimana banyak korban yang mengklaim tidak mengajukan pinjaman. Namun, akunnya mendapatkan transfer uang dari pinjol dan dipaksa untuk melunasi pinjaman dengan bunga setinggi langit yang jika di hitung mencapai ratusan persen per tahun.

Dalam menjalankan aksinya DC online pinjol ilegal ini tidak segan meneror orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pinjaman online ini, hanya karena ia menjadi teman dari peminjam atau namanya ada dalam kontak peminjam sudah cukup menjadikan kontak tersebut masuk dalam daftar teror dari DC Online ini. Dan teror ini dilakukan oleh orang yang sudah sangat terlatih dan tugasnya setiap hari hanya menelpon dan meneror kontak yang diyakini akan memaksa peminjam melunasi pinjamannya. Aksi ini dilakukan secara sistematis, berulang-ulang, tidak sopan dan sangat mengganggu.

Umumnya DC online ini menghindari kontak fisik dan tidak memiliki domisili yang tetap atau berpindah-pindah karena apa yang mereka lakukan memang melanggar hukum dan tidak beretika. Jika aksi ini dilaporkan kepada pihak berwajib seperti kepolisian, terkadang penegak hukum juga mengalami kesulitan karena pinjol ini tidak memiliki domisili yang jelas, memanfaatkan kartu prabayar dan berdomisili di luar kota serta nominal pinjaman yang relatif kecil dan jumlah kasusnya yang sangat banyak sehingga membutuhkan waktu dan sumberdaya yang sangat besar untuk menyelesaikan kasus-kasus yang dilaporkan ini. Ada beberapa kasus pinjol ilegal yang berhasil diungkap pihak berwajib, namun hal tersebut disinyalir merupakan puncak gunung es dari banyaknya pinjol ilegal yang jumlahnya ribuan dan sangat meresahkan masyarakat.

Halaman selanjutnya: Satgas Waspada Investasi...



Simak Video "Jaringan Pinjol Ilegal di Surabaya Terkuak, 3 Orang Diciduk!"
[Gambas:Video 20detik]