Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Elon Musk Ejek AI Baru Nvidia: Butuh Bertahun-tahun Kejar Tesla

Elon Musk Ejek AI Baru Nvidia: Butuh Bertahun-tahun Kejar Tesla


Fino Yurio Kristo - detikInet

Elon Musk dan Jensen Huang
Elon Musk dan Jensen Huang. Foto: Techrum
Jakarta -

Dalam konferensi CES 2026 di Las Vegas, CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan Alpamayo, serangkaian model kecerdasan buatan (AI) terbuka untuk pengembangan sistem otonom.

Menanggapi peluncuran itu yang berpotensi jadi pesaing teknologi kemudi otonom Tesla, CEO Tesla, Elon Musk, mengatakan akan butuh waktu beberapa tahun sebelum model kendaraan otonom baru dari Nvidia itu menjadi pesaing serius bagi teknologi Full Self-Driving (Supervised) milik perusahaannya.

Musk menanggapi pengumuman tersebut melalui unggahan di X setelah seorang pengguna menyamakan sistem baru itu dengan FSD (Full Self-Driving) milik Tesla. Musk menyatakan perlu waktu bertahun-tahun sebelum teknologi kemudi otonom menjadi jauh lebih aman dibandingkan pengemudi manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pabrikan mobil konvensional tidak akan mendesain kamera dan komputer AI ke dalam mobil mereka dalam skala besar sampai beberapa tahun setelah itu. Jadi, ini (teknologi Nvidia) mungkin baru akan menjadi tekanan kompetitif bagi Tesla dalam 5 atau 6 tahun, tapi kemungkinan lebih lama," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Nvidia mendeskripsikan Alpamayo sebagai model vision language action yang menerapkan pemikiran seperti manusia pada sistem kemudi otonom guna mengambil keputusan dalam skenario yang langka atau baru.

Huang sendiri memuji sistem FSD milik Musk kelas dunia dan paling mutakhir. Namun, tidak seperti Tesla, Huang mengatakan bahwa Nvidia mengembangkan sistem kendaraan otonom (AV) lengkap untuk perusahaan otomotif lain, bukan memproduksi mobil sendiri.

"Sistem kami jangkauannya sangat luas karena kami adalah penyedia platform teknologi, itulah perbedaan utamanya," kata Huang yang dikutip detikINET dari CNBC.

Adapun FSD menjadi pusat dari visi jangka panjang dan strategi pertumbuhan pendapatan Tesla. Perusahaan ini meluncurkan layanan taksi robot (robotaxi) terbatas di Austin, Texas. Tesla juga mengoperasikan layanan transportasi online di San Francisco, namun tetap dengan pengemudi yang selalu siaga di belakang kemudi.




(fyk/fay)







Hide Ads