Pertarungan memanas di California terkait rencana pemajakan para orang terkaya. Para dedengkot di raksasa teknologi terpecah antara harus membayarnya atau angkat kaki dari negara bagian tersebut.
Berdasarkan usulan pajak yang mungkin diajukan kepada pemilih November mendatang, setiap penduduk California dengan kekayaan lebih dari USD 1 miliar wajib membayar pajak sekali bayar sebesar 5% untuk membantu membiayai program pendidikan, bantuan pangan, dan layanan kesehatan.
Beberapa tokoh Silicon Valley mengancam akan meninggalkan California dan berbisnis ke tempat lain. Namun, Jensen Huang, CEO Nvidia yang kekayaannya sekitar USD 159 miliar, tidak keberatan. "Kami memilih tinggal di Silicon Valley. Dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, biarlah demikian," cetusnya yang dikutip detikINET dari Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap ini menempatkan Huang dalam posisi yang sangat bertolak belakang dengan salah satu pendiri Google Larry Page, salah satu pendiri Palantir Peter Thiel, pemodal ventura David Sacks, yang semuanya mengindikasikan akan meninggalkan California menuju negara bagian yang lebih ramah pajak seperti Florida dan Texas.
Usulan pajak ini dipelopori serikat pekerja Service Employees International Union-United Healthcare Workers West (SEIU-UHW). Jika disahkan, pajak akan berlaku surut bagi penduduk per 1 Januari 2027 dan miliarder diberi waktu lima tahun untuk membayarnya.
Ini berarti Huang harus membayar sekitar USD 7 miliar, sementara Page dan Thiel masing-masing akan membayar jumlah sekali bayar sekitar USD 13 miliar dan USD 1,3 miliar, berdasarkan kekayaan bersih mereka saat ini.
Usulan ini masih dalam tahap awal. Berdasar hukum California, perlu 874.641 tanda tangan agar usulan memenuhi syarat dan juga perlu ditandatangani Gubernur California, Gavin Newsom, yang menentangnya. "Anda tak bisa mengisolasi diri dari 49 negara bagian lainnya. Kita berada dalam lingkungan kompetitif, " kata Newsom.
Itu membuat Newsom berseberangan dengan Ro Khanna, perwakilan California untuk wilayah Silicon Valley yang memperjuangkan pajak kekayaan. Khanna mengatakan miliarder teknologi kemungkinan besar akan tetap tinggal meski ada pajak, karena California tempat industri besar, inovasi, dan talenta berada. "Pajak miliarder itu baik untuk inovasi Amerika," kata Khanna.
Sebagian miliarder melarikan diri
Ini bukan eksodus miliarder pertama di California. Elon Musk, orang terkaya di dunia, hengkang ke Texas di 2020 yang diperkirakan menghemat jutaan dolar dalam pajak. Ia juga memindahkan beberapa kantor pusat perusahaannya ke sana. Baru-baru ini, Musk mengumumkan pemindahan SpaceX ke Texas karena UU California yang bertujuan melindungi anak-anak transgender di sekolah.
Miliarder teknologi lainnya juga pindah ke Texas, yang tidak memiliki pajak penghasilan negara bagian. Dengan alasan pajak yang lebih baik, salah satu pendiri Palantir, Joe Lonsdale, pindah ke Austin tahun 2020, dan Larry Ellison memindahkan kantor pusat Oracle ke sana di 2020. Michael Dell, pendiri Dell Technologies, sudah lama tinggal di Texas.
David Sacks belum lama ini memposting gambar bendera Texas di X dan berkata: "Tuhan memberkati Texas." Dalam postingan terpisah pada hari berikutnya, Sacks menulis: "Sebagai respons terhadap sosialisme, Miami akan menggantikan NYC sebagai ibu kota keuangan dan Austin akan menggantikan SF sebagai ibu kota teknologi."
Page belum menyatakan secara terbuka ke mana akan pindah, tapi pada bulan Desember, perusahaan-perusahaan yang terkait salah satu pendiri Google tersebut mengajukan dokumen untuk berbadan hukum di Florida. Ia membeli dua rumah di Miami seharga USD 173,4 juta.
Thiel, yang memiliki rumah di Hollywood Hills, tampaknya juga melirik Florida. Perusahaan investasinya, Thiel Capital, mengumumkan pada 31 Desember bahwa mereka telah membuka kantor di Miami. Perusahaan tersebut mengatakan Thiel telah memiliki tempat tinggal pribadi di kota itu sejak 2020.
Di X, para investor teknologi dan miliarder lainnya mengecam usulan pajak kekayaan tersebut. Chamath Palihapitiya, mantan eksekutif Facebook, mengatakan bahwa tanpa miliarder, defisit anggaran California hanya akan bertambah besar. Vinod Khosla, investor lainnya, menilai California akan kehilangan pembayar pajak terpentingnya dan hasilnya akan jauh lebih buruk.
(fyk/fyk)