Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Andai Bayar Pajak Rp 130 Triliun, Bos Nvidia: Saya Tak Masalah

Andai Bayar Pajak Rp 130 Triliun, Bos Nvidia: Saya Tak Masalah


Virgina Maulita Putri - detikInet

CEO Nvidia Jensen Huang
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

CEO Nvidia Jensen Huang merupakan satu dari sekian banyak orang terkaya di dunia yang tinggal dan bermarkas di California, negara bagian pusat teknologi Amerika Serikat. California berencana memungut pajak wajib bagi miliarder yang tinggal di sana, dan Huang mengaku tidak masalah jika harus membayarnya.

Berdasarkan proposal pemungutan suara yang diusulkan oleh serikat tenaga kesehatan di California, negara bagian itu akan mengenakan pajak yang dibayarkan satu kali sebesar 5% dari total aset individu yang memiliki kekayaan bersih di atas USD 1,1 miliar.

Pajak itu akan dipakai untuk mendanai layanan kesehatan, bantuan pangan, dan pendidikan di California yang sedang kekurangan dana karena anggaran dari pemerintah pusat dipangkas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan tersebut akan berlaku untuk miliarder yang tinggal di California per 1 Januari 2026. Saat ini usulan tersebut masih harus mengumpulkan tanda tangan agar bisa dimasukkan dalam surat suara pada pemilihan umum California November 2026.

ADVERTISEMENT

Jika proposal itu memperoleh dukungan yang cukup dan berhasil disahkan, Huang berpotensi menerima tagihan pajak yang jumlahnya fantastis. Dengan estimasi kekayaan sebesar USD 155,8 miliar, Huang berpotensi dihadapkan tagihan pajak sebesar USD 7,75 miliar atau sekitar Rp 130 triliun.

"Harus saya akui, saya bahkan belum pernah memikirkannya sekalipun," kata Huang dalam wawancara dengan Bloomberg Television, seperti dikutip detikINET, Jumat (9/1/2026).

"Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apapun yang ingin mereka terapkan, biarlah. Saya tidak masalah dengan itu," imbuhnya.

Nvidia menjadi salah satu perusahaan terbesar di Silicon Valley setelah chip buatannya diburu banyak perusahaan lain untuk mengembangkan dan menjalankan model AI. Perusahaan ini didirikan di San Jose, California pada tahun 1993 dan saat ini bermarkas di Santa Clara.

Respons Huang berbanding terbalik dengan miliarder teknologi lainnya yang tinggal di California. Co-founder Google Larry Page, investor dan co-founder Palantir Peter Thiel, dan czar AI Gedung Putih David Sacks berencana angkat kaki dari California sebelum 1 Januari 2026.

Dalam wawancara tersebut, Huang mengatakan Nvidia memilih bermarkas di Silicon Valley karena di sana tempat para talenta berkumpul. Meskipun banyak miliarder lain yang khawatir tentang potensi pajak tersebut, Huang mengaku ia bukan salah satunya.

"Bukan orang ini. Orang ini berusaha membangun masa depan AI," pungkasnya.




(vmp/fay)
TAGS







Hide Ads