Setelah tiga tahun absen, Nubia kembali lagi ke pasar ponsel gaming Indonesia dengan meluncurkan Redmagic 11 Pro. Update yang dibawa tidak tanggung, Redmagic 11 Pro merupakan ponsel pertama di dunia dengan liquid cooling.
Selain sistem pendingin mutakhir, Redmagic 11 Pro juga dibekali chipset flagship terbaru dari Qualcomm yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5. Di atas kertas, kombinasi dua hardware ini seharusnya bisa memberikan performa gaming kelas atas.
RedMagic 11 Pro juga membawa sejumlah fitur kekinian seperti baterai silikon-karbon berkapasitas besar serta fitur AI untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan membantu jadi gamer yang lebih jago. Lebih lengkapnya, simak review Redmagic 11 Pro berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desain
Redmagic 11 Pro hadir dengan desain futuristik yang identik dengan ponsel gaming. Varian warna Subzero yang mampir ke redaksi detikINET didominasi warna perak dengan desain transparan yang memperlihatkan sistem liquid cooling-nya bernama AquaCore.
Saat main game dengan fitur liquid cooling diaktifkan, cairan yang ada di sistem pendingin ini akan mengalir dan bisa dilihat di bagian belakang ponsel. Gerakan aliran pendinginnya cukup menyihir jika dilihat berlama-lama.
Panel belakang Redmagic 11 Pro cukup ramai dihiasi beberapa aksen. Selain 'jendela' liquid cooling yang berbentuk lingkaran, ada juga logo Redmagic di sudut kanan bawah, logo Redmagic lainnya di sudut kanan atas yang berupa RGB LED, dan logo Snapdragon 8 Elite.
Di dekat logo bagian atas, terdapat tiga kamera belakang dengan flash LED dan di bawahnya terdapat kipas pendingin yang akan berputar ketika memainkan game.
Redmagic 11 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Kamera belakangnya dibuat sama rata dengan panel belakangnya, jadi tidak ada bagian yang menonjol dan ponsel bisa berbaring sempurna saat ditaruh di atas meja.
Saat kebanyakan ponsel lainnya memiliki modul kamera yang cukup tebal, desain Redmagic 11 Pro ini bak angin segar. Main game berlama-lama juga tetap nyaman karena jari-jari yang beristirahat di belakang ponsel tidak terhalang modul kamera.
Desain Redmagic 11 Pro yang benar-benar kotak dan datar di segala sisi membuat ponsel ini terasa seperti balok saat digenggam. Akibatnya, sudut-sudut ponsel ini terasa cukup tajam dan kurang nyaman saat diistirahatkan di telapak tangan ketika main game terlalu lama.
Nuansa gaming yang kental ditemukan di semua sisi Redmagic 11 Pro. Sisi kanannya cukup ramai karena diisi dua shoulder trigger, ventilasi udara untuk kipas pendingin, tombol power, tombol volume, dan tombol Game Space. Saking padatnya, pernah beberapa kali salah pencet saat ingin membuka kunci ponsel.
Di sisi kiri ponsel terdapat satu ventilasi udara di bagian atas dan strip RGB LED yang akan menyala saat main game. Di bagian bawah diisi slot kartu SIM, port USB-C dan speaker. Menariknya, Redmagic 11 Pro masih dilengkapi audio jack 3,5mm yang bisa diakses di bagian atas ponsel.
Walau memiliki dua lubang ventilasi udara, Redmagic 11 Pro bisa mendapatkan rating IPX8 untuk ketahanan terhadap air. Bagian depannya dilindungi Gorilla Glass dengan rangka aluminium alloy yang memberikan durabilitas tinggi dan desain premium.
Display
Redmagic 11 Pro menggunakan panel BOE X10 AMOLED berukuran 6,85 inch. Resolusi layarnya 2688 x 1216 pixel dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits yang memiliki visibilitas cukup tinggi bahkan di bawah sinar Matahari terik.
Nubia menyediakan empat opsi refresh rate, termasuk Auto yang dapat menurunkan refresh rate hingga 60Hz saat main game dan nonton video hingga 120Hz saat browsing dan scrolling media sosial. Mode 144Hz juga tersedia untuk pengalaman scrolling yang lebih mulus namun bisa menggunakan lebih banyak daya.
Display Redmagic 11 Pro mendukung HDR10 sehingga dapat memutar video HDR berkualitas tinggi di YouTube. Ponsel ini seharusnya mendukung Widevine L1, tapi saat spesifikasi playback-nya dicek di aplikasi Netflix sertifikasinya hanya Widevine L3.
Alhasil, Redmagic 11 Pro hanya bisa memainkan konten Netflix di kualitas SD. Hal ini sepertinya disebabkan oleh masalah software, karena saat dicek menggunakan aplikasi DRM Info RedMagic 11 Pro tertulis mendukung Widevine L1.
Redmagic 11 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Display Redmagic 11 Pro dikelilingi bezel yang sangat tipis dan simetris, layaknya ponsel flagship setaranya. Namun, karena bezelnya terlalu tipis kadang bagian ujung layar sering salah pencet saat mengetik atau main game.
Di bagian atas layar Redmagic 11 Pro disematkan kamera depan bawah layar yang nyaris tidak terdeteksi. Kombinasi kamera bawah layar dan bezel yang super tipis membuat layar ponsel ini memberikan pengalaman gaming dan menonton yang lapang tanpa gangguan.
Sensor sidik jari ultrasonik 3D dibenamkan di layar RedMagic 11 Pro. Sensor ini bekerja dengan cepat dan akurat, serta tampilan dan animasinya bisa dikustomisasi sesuai keinginan.
Performa dan fitur gaming
|
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
|
Fitur gaming dan AI
Redmagic 11 Pro menjalankan RedmagicOS 11 berbasis Android 16. Sebagai ponsel gaming, Redmagic 11 Pro tentu dilengkapi banyak fitur untuk mengoptimalkan pengalaman main game.
Ponsel ini memiliki tombol berwarna merah di sisi kanannya yang jika ditekan akan membuka aplikasi Game Space. Lewat aplikasi ini, pengguna Redmagic 11 Pro bisa mengatur berbagai setelan game, mulai dari touch sampling rate,tingkat performa CPU dan GPU, kipas pendingin, liquid cooling, hingga kualitas rekaman video layar.
Pengaturan yang lebih mendalam bisa diakses lewat overlay yang muncul saat main game. Beberapa pengaturan yang bisa diubah lewat overlay ini termasuk rasio layar, fungsi shoulder trigger, zoom lebih dekat untuk membidik musuh, hingga mengubah tampilan visual game.
Ada juga fitur Gravity X yang bisa digunakan untuk control mapping di perangkat eksternal seperti kontroler, keyboard, atau mouse. Fitur ini juga memungkinkan pengguna casting game yang dimainkan di ponsel ke layar yang lebih besar sehingga bisa dinikmati banyak orang.
Game Space juga ditingkatkan dengan fitur-fitur baru seperti Personal AI Coach yang dapat menyarankan strategi dan tips saat main game, Voice Control untuk kontrol hands-free, dan Mora Mouth Replacement yang akan mengubah percakapan di game dengan suara asisten AI Mora. Ada juga Win Rate Predictor yang tersedia untuk game tertentu seperti MLBB, Free Fire, dan PUBG.
Redmagic 11 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Selain itu, RedMagic 11 Pro juga memungkinkan beberapa game dimainkan dengan refresh rate 144Hz seperti PUBG Mobile, Free Fire, Minecraft, League of Legends, dan lain-lain. Ponsel ini juga mendukung upscaling resolusi hingga 2K untuk game-game seperti Genshin Impact, Wuthering Waves, PUBG Mobile, Call of Duty: Warzone Mobile, dan masih banyak lagi.
Meski dirancang sebagai ponsel gaming, Redmagic 11 Pro juga dilengkapi sejumlah fitur pintar berbasis AI seperti live translator yang bisa menerjemahkan percakapan secara real-time, call assistant yang bisa menampilkan subtitle dan menerjemahkan panggilan telepon, Circle to Search, dan Google Gemini.
Baterai dan performa
Redmagic 11 Pro diotaki chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang diklaim membawa peningkatan performa CPU 20% dan performa GPU 30% lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5T 16GB dan memori internal UFS 4.1 Pro berkapasitas 512GB.
Nubia juga menyematkan chip gaming RedCore R4 yang berfungsi mengoptimalkan grafis, efek visual, serta manajemen daya saat main game. Ada juga teknologi Energy Cube 3.0 yang dapat mengatur CPU, GPU, memori, sistem pendingin secara dinamis sesuai kebutuhan game.
Lini Redmagic dikenal sebagai ponsel dengan sistem pendingin canggih, dan Redmagic 11 Pro benar-benar membawa upgrade yang signifikan. Selain kipas pendingin, Redmagic 11 Pro juga dibekali dengan solusi liquid cooling pertama yang hadir di ponsel komersial.
Nubia menyebut teknologi ini dengan nama AquaCore Cooling System. Sistem ini menggunakan cairan pendingin fluorinated yang mengalir untuk menyerap panas dari CPU dan baterai secara lebih efektif. Cairan ini diklaim sama seperti yang dipakai untuk mendinginkan server AI dan pusat data.
Kipas pendingin aktifnya juga ditingkatkan dengan kecepatan berputar hingga 24.000 rpm, lebih cepat 1.000 rpm dibandingkan kipas Redmagic 10S Pro. Untuk pertama kalinya kipas turbo di Redmagic 11 Pro memiliki rating IPX8 yang membuatnya tahan air dan debu.
Baik liquid cooling maupun kipas pendingin dapat diaktifkan secara manual lewat panel quick settings atau secara otomatis saat membuka aplikasi game. Saat fitur liquid cooling diaktifkan aliran cairannya bisa dilihat berputar di panel belakang ponsel
Khusus fitur kipas pendingin tersedia dalam dua mode yaitu 'Balanced' yang bisa menyesuaikan kecepatan kipas berdasarkan suhu dan skenario penggunaan, dan 'Fast Cooling' yang memberikan kecepatan maksimum. Saat fitur ini diaktifkan akan ada suara seperti mesin mobil yang cukup mengagetkan. Untungnya efek suara ini bisa dimatikan.
Terakhir, sistem pendingin Redmagic 11 Pro juga mengandalkan vapor chamber besar seluas 13.116 mmΒ² yang diklaim bisa menyebarkan panas 50% lebih baik. Di bagian atas vapor chamber terdapat Liquid Metal 3.0 yang dapat menyalirkan panas dari CPU ke vapor chamber.
Kombinasi hardware dan teknologi di atas mampu memberikan performa gaming yang bebas hambatan. Game berat seperti Genshin Impact bisa dimainkan dalam kualitas grafis dan frame rate tertinggi tanpa lag, dan game yang tidak terlalu rakus sumber daya seperti PUBG Mobile bisa dilumat dengan mudah.
Dengan sistem pendingin berlapisnya, Redmagic 11 Pro hanya terasa sedikit hangat setelah dipakai main Genshin Impact selama 30 menit. Kipas pendinginnya cukup berisik apalagi ketika dalam mode fast cooling, tapi cukup wajar mengingat kecepatan berputarnya mencapai 24.000 rpm.
Performa Redmagic 11 Pro juga diuji menggunakan aplikasi benchmark AnTuTu, PCMark, Geekbench 6, dan 3DMark. Hasil ujinya dapat dilihat di bawah ini.
Hasil uji benchmark Redmagic 11 Pro Foto: Screenshot/detikINET |
Kinerja Redmagic 11 Pro didukung baterai silikon-karbon berkapasitas 7.500 mAh. Meski disisipi baterai dengan kapasitas besar, bodi ponsel ini masih cukup ramping dengan ketebalan 8,9mm. Dalam pemakaian sehari-hari yang melibatkan browsing, chatting, scrolling media sosial, dan memainkan game selama 30 menit, baterai Redmagic 11 Pro yang awalnya penuh di pagi hari masih tersisa 50% pada malam hari.
Baterai ponsel ini dipasangkan dengan teknologi pengisian cepat 80W yang dapat mengisi daya ponsel dari 2% hingga 100% dalam waktu 50 menit. Cukup lama tapi masih wajar karena kapasitas baterai yang besar.
Nubia juga menyematkan fitur 'Charge separation' atau yang lebih dikenal dengan istilah bypass charging. Fitur ini akan mengalihkan daya listrik dari baterai ke komponen secara langsung, sehingga ponsel tidak akan cepat panas saat dipakai main game sambil dicas.
Kamera dan kesimpulan
|
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
|
Kamera
Redmagic 11 Pro dibekali tiga kamera belakang yang spesifikasinya di atas kertas cukup solid. Kamera utama dan kamera ultrawide-nya memiliki resolusi 50 MP, yang dipadukan dengan sensor ketiga yang memiliki resolusi 2 MP. Nubia tidak menyebutkan fungsi sensor ketiga ini, tapi sepertinya dipakai untuk mengambil foto makro.
Foto yang diambil menggunakan kamera utamanya sangat memuaskan, asalkan subjek yang difoto posisinya tidak terlalu jauh. Begitu dipakai zoom digital 3x ke atas, hasilnya buram dan gelap. Foto yang dijepret dalam keadaan minim cahaya juga bisa mempertahankan detail dengan baik.
Sayangnya, kamera ultrawide Redmagic 11 Pro cukup mengecewakan. Detail foto terlihat kurang tajam, warnanya terlihat lebih gelap dibandingkan hasil foto kamera utama, dan reproduksi warnanya kurang memuaskan.
Berikutnya ada kamera depan 16 MP yang disembunyikan di bawah layar. Entah karena kualitas kameranya yang memang di bawah rata-rata atau karena terhalang pixel display, hasil foto selfie yang diambil menggunakan kamera depan RedMagic 11 Pro terlihat blurry dan minim detail.
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro zoom 2x Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera ultrawide Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Hasil jepretan kamera Redmagic 11 Pro Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Opini detikINET
Sebagai perangkat yang dirancang khusus untuk gaming, wajar jika Redmagic 11 Pro lebih mengutamakan raw power di atas segalanya. Kombinasi chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sistem pendingin yang makin canggih memberikan performa gaming yang tidak hanya kencang tapi juga memastikan ponsel tidak overheat sehingga bisa main game lebih lama dan lebih nyaman.
Sistem liquid cooling yang transparan juga membuat tampilan Redmagic 11 Pro terlihat unik dibandingkan ponsel gaming lainnya di pasaran. Display-nya luas dan tajam dengan bezel tipis yang membuat eksterior ponsel ini semakin terlihat premium.
Sayangnya ponsel ini dikecewakan dengan kamera yang seadanya dan software yang kurang matang. Beberapa teks di aplikasi Settings dan Game Space ada yang salah diterjemahkan, bahkan ada yang tidak diterjemahkan sama sekali. Seminggu pertama menggunakan ponsel, beberapa game selalu crash saat dibuka.
Meski begitu, Redmagic 11 Pro masih memiliki banyak hal yang bisa diunggulkan, terutama bagi kalian yang ingin mencicipi ponsel dengan chipset flagship terbaru dan liquid cooling inovatif yang pertama di kelasnya.
(vmp/vmp)










