Zoom Mulai Gulirkan Enkripsi Pekan Depan

Zoom Mulai Gulirkan Enkripsi Pekan Depan

Josina - detikInet
Kamis, 15 Okt 2020 22:33 WIB
Virus corona: Seberapa aman aplikasi Zoom yang marak dipakai WFH, tapi kini dilarang Taiwan?
Zoom Mulai Gulirkan Enkripsi Pekan Depan (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Zoom telah mengumumkan rencananya akan memulai tahap pertama dalam peluncuran layanan enkripsi end-to-end (E2EE) untuk pengguna mulai pekan depan. Sebelumnya platform konferensi video ini telah meluncurkan fitur ini dalam versi beta.

Melalui postingan blognya, Zoom mengatakan peluncuran tahap awal E2EE akan menjadi pratinjau teknis yang berarti pengguna akan diminta untuk memberikan umpan balik selama 30 hari pertama.]

Jika fitur tersebut tersedia, host akan dapat mengaktifkannya di tingkat akun, grup dan pengguna serta fitur tersebut juga dapat dikunci di tingkat akun atau grup.

enkripsi zoomEnkripsi end-to-end Zoom. Foto: Dok. Zoom

Jika E2EE diaktifkan semua peserta harus mengaktifkan setelah untuk bergabung dengan rapat yang telah dienkripsi.

Pengguna Zoom baik yang berlangganan ataupun gratisan akan dapat menampung hingga 200 peserta dalam rapat saat fitur E2EE tersedia.

Pada awal fitu E2EE ini akan dapat diakses oleh pengguna yang berbayar aja, akan tetapi keputusan Zoom ini mendapatkan kritikan hingga akhirnya layanan tersebut dapat digunakan oleh pengguna gratisan.

"Zoom E2EE menggunakan enkripsi GCM yang sama kuatnya dengan yang Anda dapatkan sekarang dalam rapat Zoom. Satu-satunya perbedaan adalah di mana kunci enkripsi itu berada," kata Zoom seperti dilansir detiKINET dari XDA Developers, Kamis (15/10/2020).

Sebelumnya, layanan cloud Zoom akan menghasilkan kunci enkripsi dan mendistribusikannya ke peserta. Dengan E2EE diaktifkan, penyelenggara rapat menghasilkan kunci enkripsi dan menggunakan kriptografi untuk mendistribusikan kunci ini ke peserta rapat lainnya.

Dalam FAQ, Zoom mengatakan bahwa setelah E2EE diaktifkan, pengguna akan kehilangan beberapa fitur reguler termasuk perekaman cloud, transkripsi langsung, dan kemampuan untuk bergabung sebelum menjadi host. Logo perisai hijau akan muncul di sudut kiri atas layar rapat setelah E2EE diaktifkan.

Tak diragukan lagi Zoom mendapatkan popularitasnya berkat pandemi COVID-19. Banyak pengguna dan perusahaan mengandalan platform ini untuk berkomunikasi. Meski demikian popularitas itu datang dengan pengawasan ketat.

Zoom telah dikritik karena praktik keamanannya, yang mendorong perusahaan untuk memperkenalkan fitur enkripsi yang lebih kuat ini.

Zoom mengatakan bahwa pengguna gratis yang ingin mengaktifkan E2EE diharuskan untuk berpartisipasi dalam "proses verifikasi satu kali yang akan meminta pengguna memberikan informasi tambahan, seperti memverifikasi nomor telepon melalui pesan teks. Tindakan pencegahan ekstra adalah untuk mencegah pembuatan massal akun yang melanggar.

Pratinjau teknis minggu depan adalah tahap pertama dari proses empat tahap untuk peluncuran E2EE Zoom. Perusahaan mengatakan akan meluncurkan Tahap 2 pada tahun 2021, dan akan mencakup manajemen identitas yang lebih baik dan integrasi E2EE SSO.



Simak Video "Berkat WFH, Pendiri Zoom Masuk Deretan Orang Terkaya di Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)