Kominfo: Registrasi IMEI Kembali Normal Usai Gedung Cyber 1 Kebakaran

Kominfo: Registrasi IMEI Kembali Normal Usai Gedung Cyber 1 Kebakaran

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 06 Des 2021 10:52 WIB
Aturan IMEI segera diimplementasikan pada 24 Agustus 2020 untuk suntik mati ponsel BM alias black market di Indonesia.
Sempat Terganggu, Kominfo Pastikan Registrasi IMEI Kembali Normal (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan kondisi terkini registrasi IMEI atau International Mobile Equipment Identity (IMEI) pasca kebakaran Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/12) lalu.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi memaparkan bahwa pada Jumat (3/12) server CEIR atau Central Equipment Identity Register (CEIR) sudah kembali mendapat pasokan aliran listrik.

"Pemeriksaan awal turut dilakukan guna mengetahui kondisi server pasca pemadaman listrik yang dilakukan secara mendadak akibat kebakaran Gedung Cyber 1, Jakarta," ujar Dedy dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Di hari berikutnya, Sabtu (4/12) aliran listrik dan koneksi internet untuk semua operator sudah berhasil tersambung, namun terdapat 1 server yang masih mengalami gangguan sehingga perlu mengganti perangkat pada server tersebut. Disampaikan Dedy, pengoperasian kembali aplikasi dimulai pada Sabtu pukul 22.00 WIB.

Kemudian, pada Minggu, (5/12) pukul 02.30 WIB, seluruh Virtual Machine dan aplikasi kembali beroperasi. Trafik pemeriksaan IMEI dari Equipment Identity Register (EIR) Operator Seluler sudah kembali terlihat masuk ke CEIR pukul 02:45 WIB.

Berlanjut pada pukul 12.30 WIB telah dilakukan verifikasi akhir yang mengindikasikan aplikasi CEIR baik untuk trafik Cek IMEI dari EIR Operator maupun penyaluran data pada Kementerian Perindustrian, Kementerian Kominfo, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat dinyatakan sudah berjalan normal kembali.

"Saat ini sistem CEIR untuk prosedur identifikasi IMEI telah berfungsi normal kembali," pungkasnya.



Simak Video "Antisipasi Kebakaran, Wagub DKI Minta Perkantoran Punya Pemecah Kaca"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)