Gedung Cyber 1 Kebakaran, Data IMEI Aman Meski Registrasi Terganggu

ADVERTISEMENT

Gedung Cyber 1 Kebakaran, Data IMEI Aman Meski Registrasi Terganggu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 03 Des 2021 19:43 WIB
Aturan IMEI segera diimplementasikan pada 24 Agustus 2020 untuk suntik mati ponsel BM alias black market di Indonesia.
(Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan informasi terkini terkait gangguan registrasi nomor IMEI alias International Mobile Equipment Identity dampak dari Gedung Cyber 1 di Jakarta Selatan, yang terbakar pada Kamis (2/12).

Server dari Central Equipment Identity Register (CEIR) yang ada di Gedung Cyber 1 secara fisik tidak terkena dampak kebakaran, dan seluruh data yang CEIR masih tersimpan dengan aman.

Sebagai informasi, CEIR adalah mesin untuk melakukan verifikasi nomor IMEI pada perangkat elektronik, yakni Handphone, Komputer genggam, dan Tablet (HKT) sebagai cara mengatasi peredaran ponsel BM dan lainnya di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa penempatan server CEIR di Gedung Cyber 1 dilakukan setelah melalui pertimbangan, antara operator seluler sebagai penyedia server CEIR, dan Kementerian Perindustrian sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

"Saat ini pihak pengelola gedung masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan aliran listrik yang tersedia," ungkap Dedy, Jumat (3/12/2012).

Disampaikan Dedy, berdasarkan informasi yang diterimanya, pengelola gedung akan segera menyalakan kembali supply listrik segera setelah dipastikan aman dan aliran listrik masih dapat digunakan.

"Kementerian Kominfo terus memantau proses pengerjaan pemulihan yang dilakukan dan mengupayakan berbagai langkah percepatan yang memungkinkan," ucap Dedy.

Diberitakan sebelumnya, Gedung Cyber 1 yang berada di Jalan Kuningan Barat Daya Raya, Kamis (2/12) sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan informasi, api muncul di lantai dua gedung ini.

Akibat insiden itu, dua korban meninggal dunia, yaitu Seto (18) dan Redzuan (17). Satu korban meninggal di lokasi kejadian, satu lagi meninggal dalam perjalanan ke RSUD Mampang. Kedua korban itu merupakan pengunjung gedung.

Selain itu, dampak kebakaran Gedung Cyber 1 juga bikin sejumlah aplikasi sempat terganggu, di antaranya Ajaib, Indo Premier Sekuritas atau IPOT, Rumahweb Indonesia, Tix-ID dan Mtix, Niagahoster, Shopee, hingga Qwords & Goldenfast.



Simak Video "Antisipasi Kebakaran, Wagub DKI Minta Perkantoran Punya Pemecah Kaca"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT