Bamsoet Dorong Industri eSports Jadi Kekuatan Ekonomi Digital RI

Bamsoet Dorong Industri eSports Jadi Kekuatan Ekonomi Digital RI

Muhamad Yoga Prastyo - detikInet
Jumat, 25 Feb 2022 17:30 WIB
Bamsoet menceritakan salah satu pemuda yang sukses melalui industri game, yaitu Dyland Maximus Zidane atau yang dikenal dengan Dyland ‘Sultan Pros’. Selain menjadi gamers, Dyland juga berhasil menjadikan video gaming sebagai tren di platform Youtube dan mendapatkan penghasilan yang besar melalui game.
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Perkembangan Electronic Sport (eSports) di Indonesia belakangan ini tengah mengalami kemajuan yang pesat. Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar e-Sports Indonesia, Bambang Soesatyo menyebut potensi yang dihasilkan melalui eSports itu sangat besar.

Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kata dia, industri game pada tahun 2020 menempati posisi ke-7 sebagai penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia. Dengan kata lain, industri game menyumbang sekitar Rp 24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional.

"Presiden Joko Widodo juga memiliki concern yang besar dalam pengembangan eSports dan industri gaming Indonesia agar bisa menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Salah satu wujudnya, pemerintah terus mendukung agar kecepatan internet di Indonesia semakin meningkat, mengingat keberadaannya sangat penting sebagai salah satu infrastruktur krusial dalam industri game," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).

"Dari laporan hasil Speedtest Global Index pada September 2021, terlihat kecepatan internet di Indonesia sudah naik empat peringkat di urutan ke-108 dari 138 negara dunia, dengan kecepatan download internet mobile rata-rata 23.12 Mbps dan upload 12.56 Mbps," sambungnya.

Mengutip data World Economic Forum 2018, Bamsoet mengatakan eSports dunia akan menjadi bisnis bernilai US$ 1 miliar dengan audience mencapai 300 juta penggemar. Prediksi ini sangat mungkin terjadi mengingat di tahun 2018, eSports dunia mencatatkan perputaran uang mencapai US$ 905 juta.

Demam eSports di Indonesia pun kini sudah melanda lintas usia dan status sosial. Oleh karena itu, mulai banyak generasi muda yang terjun ke dunia eSports dan menghasilkan uang dari sana.

Dalam podcast miliknya, Bamsoet menceritakan salah satu pemuda yang sukses melalui industri game, yaitu Dyland Maximus Zidane atau yang dikenal dengan Dyland 'Sultan Pros'. Selain menjadi gamers, Dyland juga berhasil menjadikan video gaming sebagai tren di platform Youtube dan mendapatkan penghasilan yang besar melalui game.

"Penghasilannya, walaupun masih berusia 22 tahun, ditaksir mencapai miliaran rupiah per bulan, baik dari monetisasi Youtube maupun dari berbagai game yang ia mainkan. Bahkan ia dikabarkan menjadi lima Youtuber gaming Indonesia dengan pendapatan terbesar. Tidak sekadar dari gaming, Dyland juga memiliki banyak unit usaha seperti Pros Coffee, Pros Clothing hingga Liquid," papar Bamsoet.

Ketua MPR itu juga menyebut atlet eSports lain yang berasal dari Jerman, yakni Kuro Takhasomi yang berhasil mencatatkan penghasilan dari e-Sport mencapai USD 3,5 juta. Selain itu, Bamsoet juga menyebut nama atlet eSports lain dari Indonesia yakni Hansel "BnTeT" Ferdinand yang pendapatannya mencapai Rp 1,5 miliar, dan Kevin "Xccurate" Susanto dengan pendapatan Rp 984 juta. .

"Tidak sekadar bermain game dan membuat video gaming, Dyland Pros dan juga para generasi muda lainnya yang concern di dunia digital juga harus menggelorakan semangat kebangsaan. Misalnya, di sela video gamingnya, jangan lupa diselipkan pesan-pesan kebangsaan yang merekatkan ikatan kebangsaan. Mengingatkan generasi muda lainnya, bahwa kemajemukan bangsa Indonesia adalah berkah yang harus dijaga. Bukan malah dijadikan sumber perpecahan," pungkas Bamsoet.

(akd/fay)