Pemain Inggris Dihujani Emoji Orangutan, Instagram Akui Kesalahan

Pemain Inggris Dihujani Emoji Orangutan, Instagram Akui Kesalahan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 16 Jul 2021 17:42 WIB
instagram
Aplikasi Instagram. Foto: unsplash
Jakarta -

Rasisme yang menimpa pemain Inggris usai gagal penalti berbuntut panjang. Media sosial seperti Instagram banyak dikritik lantaran dinilai tak mampu membendung komentar tak patut di platformnya. Pihak Instagram pun mengakui kesalahan.

Seperti diberitakan, Marcus Rashford, Jadon Sancho serta Bukayo Saka jadi korban rasisme usai ketiga pemain kulit hitam itu gagal memasukkan penalti lawan Italia dalam laga final yang dramatis di stadion Wembley. Selain perkataan kasar, berbagai emoji bernada hinaan dilontarkan, misalnya emoji orangutan.

Masalahnya ketika dilaporkan, emoji orangutan ini dianggap bukan hinaan walau disalahgunakan bukan sesuai maksudnya. "Bisakah dijelaskan kenapa emoji orangutan disebut tidak melanggar? Saya sudah meminta review namun tidak mendapat jawaban," tanya seorang netizen.

Beberapa komentar di Instagram Saka khususnya disertai emoji orangutan. Ketika dilaporkan, Instagram membiarkannya karena dianggap bukan masalah. Bos Instagram, Adam Mosseri, kemudian mengakui ada kesalahan dan sekarang sudah diperbaiki.

"Kami punya teknologi dan memprioritaskan laporan dan kami melakukan kesalahan menandai beberapa di antaranya sebagai komentar yang ramah, padahal tidak. Masalah ini sudah diperbaiki," tulis Adam di Twitter.

Dikutip detikINET dari BBC, Jumat (16/7/2021) emoji orangutan, monyet dan sejenisnya rupanya dimanfaatkan oleh sebagian akun Instagram tak bertanggungjawab untuk melontarkan hinaan. Sebelumnya, Instagram sudah dikritik oleh Center for Countering Hate (CCDH) karena gagal menghapus akun rasis.

"Dari 105 akun yang kami identifikasi melakukan rasisme pada pemain bola Inggris, 88 masih ada. Dari kegagalan mengidentifikasi emoji monyet sebagai rasis sampai penolakan untuk melarang orang rasis seumur hidup, Instagram dan induknya Facebook gagal bertindak," kata Imran Ahmed, pemimpin CCDH.



Simak Video "Saykoji Bersyukur Anaknya Tak Keranjingan Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)