Rashford, Sancho dan Saka Jadi Korban Rasisme Usai Gagal Penalti

Rashford, Sancho dan Saka Jadi Korban Rasisme Usai Gagal Penalti

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 12 Jul 2021 10:56 WIB
MIDDLESBROUGH, ENGLAND - JUNE 02: England player Bukayo Saka in action during the international friendly match between England and Austria at Riverside Stadium on June 02, 2021 in Middlesbrough, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Bukayo Saka. Foto: Stu Forster/Getty Images
Jakarta -

Inggris harus menelan kekalahan pahit setelah dikandaskan Italia di final Euro 2020 melalui drama adu penalti di stadion Wembley. Sayangnya kekalahan Inggris turut ternoda dengan komentar bernada hinaan dan rasisme pada para pemain kulit hitam yang gagal melakukan penalti.

Setelah hasil imbang 1-1, adu penalti digelar. Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka, yang semuanya pemain kulit hitam, gagal melesakkan gol sehingga Italia menang dengan skor 3-2.

Tak berapa lama setelahnya, ketiga pemain itu dihujani hinaan di media sosial, dari Twitter sampai Instagram. Perkataan kasar disemburkan, ada yang meminta mereka pergi dari Inggris, sampai emoji yang tidak patut.

Saking parahnya, kepolisian Inggris tengah menginvestigasi kasus ini dan tidak akan memberi toleransi. Lembaga sepakbola Inggris, Football Association, juga mengecam tindakan para pendukung Inggris yang berlebihan itu.

"Jelas bahwa siapa pun yang berada di balik sikap menjijikan itu tidak akan diterima sebagai pendukung tim ini," cetus FA seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (12/7/2021).

"Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung para pemain yang terimbas dan mendorong hukuman seberat mungkin pada siapa pun yang bertanggung jawab," tambah mereka.

Di sisi lain, FA juga meminta perusahaan media sosial lebih tegas dalam menangani para perusuh di platform mereka masing-masing. Apalagi kasus rasisme semacam ini sudah cukup sering terjadi sebelumnya pada pemain Inggris.

"Perusahaan media sosial perlu berbuat lebih banyak lagi dan bertindak untuk melarang para pelaku penghinaan dari platform mereka, mengumpulkan bukti untuk hukum dan mendukung agar platform mereka bebas dari hal semacam ini," sebut FA.

Simak video 'Kelakuan Rusuh Suporter Inggris di London':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)