Kinerja Keuangan Indosat Ooredoo Sampai Q3 2020, Untung Apa Rugi?

Kinerja Keuangan Indosat Ooredoo Sampai Q3 2020, Untung Apa Rugi?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 04 Nov 2020 10:15 WIB
Indosat Ooredoo
Foto: Indosat Ooredoo
Jakarta -

Indosat Ooredoo mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 436,15 miliar selama sembilan bulan pertama pada 2020 ini, atau sampai September 2020.

Seperti diberitakan CNBC Indonesia, kerugian ini meningkat 60,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu Indosat mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 284,59 miliar.

Akibatnya, rugi per saham Indosat pun menjadi lebih besar, yaitu Rp 84,19 per saham dari sebelumnya Rp 52,37 per saham.

Meski begitu, sebenarnya selama 9 bulan pertama 2020 ini, pendapatan total Indosat meningkat 9,2% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp 20,6 triliun. Sementara itu pendapatan seluler mereka meningkat 12,9% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 17 triliun.

Pelanggan seluler Indosat mencapai 60,4 juta pada akhir September 2020, meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya. Pemasukan bulanan rata-rata per pelanggannya (ARPU) adalah RP 31,7 ribu, naik dari sebelumnya Rp 27,8 ribu.

Indosat Ooredoo (Perusahaan) hari ini mengumumkan laporan kinerja sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020. Meskipun di tengah pandemi COVID-19 dan situasi ekonomi, Perusahaan mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang kuat. Indosat Ooredoo tetap menjaga momentum pertumbuhan positifnya dengan meningkat dua digit untuk pendapatan seluler dan EBITDA.

Indosat Ooredoo mencatatkan kinerja yang solid untuk sembilan bulan tahun 2020 dengan total pendapatan meningkat 9,2% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp20,6 triliun, pendapatan seluler meningkat 12,9% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp17 triliun, EBITDA mencapai Rp8,5 triliun atau meningkat 17% dibanding tahun sebelumnya, dan EBITDA margin tercatat sebesar 41,1% meningkat 2,7 bps dibanding tahun sebelumnya.

Pelanggan seluler Indosat mencapai 60,4 juta pada akhir September 2020, meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya, dengan rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) sebesar Rp31,7 ribu dari sebelumnya Rp27,8 ribu, serta trafik data yang tumbuh sebesar 54,7% disbanding tahun sebelumnya.

"Meskipun di tengah persaingan ketat dan tantangan pandemi COVID19, kami terus menjaga momentum pertumbuhan dan terus berada pada jalur yang tepat mewujudkan strategi turnaround," ujar Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama, dalam keterangan persnya.

"Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan telekomunikasi terbaik bagi masyarakat Indonesia. Di masa ini, kami tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama dan melakukan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung mereka," tambahnya.



Simak Video "Jokowi Bersyukur Pemerintah Pusat Raih WTP dari BPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)