Ukraina Anggap Serangan Siber Rusia Seperti Kejahatan Perang

Ukraina Anggap Serangan Siber Rusia Seperti Kejahatan Perang

ADVERTISEMENT

Ukraina Anggap Serangan Siber Rusia Seperti Kejahatan Perang

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 11 Jan 2023 14:50 WIB
Workers remove debris of a destroyed building purported to be a vocational college used as temporary accommodation for Russian soldiers, 63 of whom were killed in a Ukrainian missile strike as stated the previous day by Russias Defence Ministry, in the course of Russia-Ukraine conflict in Makiivka (Makeyevka), Russian-controlled Ukraine, January 3, 2023. REUTERS/Alexander Ermochenko
Foto: REUTERS/Alexander Ermochenko
Jakarta -

Salah seorang pejabat keamanan siber Ukraina menyebut kalau serangan siber Rusia terhadap infrastruktur penting Ukraina bisa dianggap sebagai kejahatan perang.

Victor Zhora, chief digital transformation officer di State Service of Special Communication and Information Protection Ukraina, menyebut Rusia melancarkan serangan siber yang terkoordinasi dengan serangan militer sebagai bagian dari invasinya ke Ukraina.

"Saat kami melihat situasi di ranah siber kami menyadari adanya koordinasi antara serangan kinetik dan serangan siber, dan karena mayoritas serangan kinetik ditujukan terhadap warga sipil -- sebagai kejahatan perang langsung -- aksi dukungannya di ranah siber pun bisa diperhitungkan sebagai kejahatan perang," jelas Zhora saat diwawancara Politico, Rabu (11/1/2023).

Saat ini pemerintah Ukraina sedang mengumpulkan barang bukti dari serangan siber yang terhubung dengan serangan militer, dan akan melaporkannya ke International Criminal Court (ICC) di Hague, Belanda, sebagai salah satu langkah Ukraina untuk mendapat bantuan asing.

Tampaknya ini adalah pertama kalinya ada yang menyebut serangan siber terhadap infrastruktur suatu negara sebagai kejahatan perang. Akademisi dan peneliti sebenarnya sudah mengusahakan hal serupa, dan meminta ICC untuk menambahkan serangan siber dalam investigasinya di perang Ukraina.

Zhora mencontohkan serangan Rusia terhadap DTEK pada Juli 2022 lalu, yaitu perusahaan energi swasta Ukraina terbesar.

"Pembangkit listrik tenaga panas bumi mereka diserang, dan secara simultan, jaringan korporat mereka pun diserang. Ini aktivitas yang ddiatur dan direncanakan dari Rusia, yang mereka lakukan baik dari domain konvensional dan domain siber," kata Zhora.

Serangan semacam ini menurut Zhora juga terjadi di Odesa, Lviv, dan Mykolaiv, di mana serangan secara "fisik" didukung oleh serangan siber, misalnya penyedia layanan internet lokal yang diserang agar layanannya tak bisa dipakai.

Serangan semacam ini menurut Zhora punya dampak langsung karena mengganggu layanan data, infrastruktur IT, pembangkit listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur penting. Padahal hal tersebut dibutuhkan oleh warga Ukraina.



Simak Video "89 Tentara Rusia Tewas Dirudal Ukraina Gegara Ponsel Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT