Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apa yang Terjadi Kalau Bill Gates Tidak Jual Saham Microsoft-nya?

Apa yang Terjadi Kalau Bill Gates Tidak Jual Saham Microsoft-nya?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Bill Gates
Kalau Bill Gates tak pernah menjual saham Microsoft miliknya, kekayaannya saat ini pasti akan melebihi miliarder yang bertengger di puncak orang terkaya dunia. Foto: 9News Australia
Jakarta -

Kalau Bill Gates tak pernah menjual saham Microsoft miliknya, kekayaannya saat ini pasti akan melebihi miliarder yang bertengger di puncak orang terkaya dunia. Pada 1999, Gates mempunyai sekitar 1 miliar saham Microsoft (MSFT), hampir 20% dari perusahaan.

Bahkan setelah beberapa penjualan sebelumnya, pengajuan SEC tahun itu masih menunjukkan bahwa ia memegang sekitar 787 juta saham, senilai lebih dari USD 72 miliar pada saat itu. Itu saja sudah jadi jumlah kekayaan yang hampir tak terbayangkan pada era tersebut.

Sejak saat itu, Gates memulai proses yang lambat dan metodis untuk mengurangi kepemilikannya. Ia mundur dari kepemimpinan sehari-hari, beralih ke filantropi, dan menggunakan saham Microsoft sebagai bahan bakar utama untuk apa yang kemudian menjadi Bill & Melinda Gates Foundation. Selama dua dekade berikutnya, kepemilikannya menyusut dari kepemilikan besar dua digit menjadi sekitar 1-1,5% dari Microsoft saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Apa yang terjadi jika Bill Gates tidak menjual sahamnya?

Kapitalisasi pasar Microsoft telah melonjak hingga sekitar USD 3 triliun (Rp 50.865 triliun), tetapi bagian Gates dari kue itu telah menyusut secara dramatis karena ia menjual dan menyumbangkan sahamnya.

Melansir Coin Paper, unggahan dan analisis di media sosial mencatat bahwa kepemilikan saham Gates sekarang hanya sedikit di atas 1,3%, meskipun Microsoft telah menjadi salah satu perusahaan paling berharga dalam sejarah.

Sekarang, kita pakai skenario ini untuk berandai-andai:

  • Alih-alih menjual, Gates menyimpan sekitar 1 miliar saham sejak sekitar tahun 1999.
  • Microsoft melakukan pemecahan saham (termasuk pemecahan 2 banding 1 pada Maret 1999 dan satu lagi pada tahun 2003), menggandakan kepemilikan tersebut beberapa kali.
  • Jumlah sahamnya yang disesuaikan dari waktu ke waktu akan meledak, memberinya kepemilikan saham yang berpotensi bernilai ratusan miliar, bahkan mungkin lebih dari satu triliun dollar saat ini, tergantung pada titik awal yang dimodelkan.

Dengan kata lain, jika Gates tetap mempertahankan posisinya, ia mungkin bukan hanya menjadi orang terkaya di dunia, tetapi juga bisa berada dalam kategori kekayaan tersendiri. Dia bakal berada di posisi saham tunggal yang menyaingi kapitalisasi pasar seluruh sektor.

Dalam skenario tersebut, daftar orang terkaya di dunia saat ini akan terlihat sangat berbeda. Gates berpotensi berada jauh di atas para pemimpin saat ini seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Bernard Arnault.

Menjadi pemegang saham terlama

Bill Gates, yang sering dianggap sebagai contoh utama kekayaan teknologi, sebenarnya memilih untuk meninggalkan kekayaan yang jauh lebih besar demi melakukan diversifikasi, mengurangi risiko, dan mendanai filantropi global.

Seandainya dia tidak pernah menjual saham, dia mungkin akan dikenang sebagai pemegang saham jangka panjang terbesar dalam sejarah pasar. Ini bakal jadi contoh nyata bagaimana satu taruhan awal pada perusahaan yang tepat dapat menciptakan kekayaan lintas generasi dalam skala yang hampir tak terbayangkan.

Namun pada kenyataannya, Gates menggunakan saham-saham tersebut untuk mendanai vaksin, inisiatif pendidikan, dan program kesehatan global yang telah memengaruhi jutaan jiwa.

Keyakinan jangka panjang pada perusahaan-perusahaan hebat dapat mengubah hidup. Akan tetapi, jalan hidup yang dipilih Gates dengan menjadi filantropi memberikan dampak positif pada dunia dan mungkin itu yang lebih dia inginkan.




(ask/rns)




Hide Ads