Elon Musk dan Bill Gates memang tidak akur. Baru-baru ini, Musk mengirim pesan 'karma' ke co-founder Microsoft tersebut.
Jadi begini, CEO Tesla itu membalas pesan dari netizen yang mengaitkan short seller Tesla dengan kurangnya etika dan moral. Bill Gates diduga melakukan praktik ini kepada Tesla.
Short selling adalah strategi trading di mana investor bertaruh pada turunnya harga suatu saham. Simpelnya, investor meminjam saham dan menjualnya pada harga pasar saat ini, dengan harapan dapat membelinya kembali nanti dengan harga yang lebih rendah. Jika saham turun, investor akan memperoleh keuntungan dari selisih harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika saham malah naik, investor akan mengalami kerugian, yang dapat meningkat seiring dengan kenaikan harga.
"Aku sering menemukan short seller-nya Tesla tidak punya kompas moral terbaik," kata pengguna X yang mengomentari soal laporan New York Times di mana Bill Gates meminta maaf ke staff Gates Foundation terkait Jeffrey Epstein serta mengakui dia telah berselingkuh dengan dua perempuan Rusia.
"Karma itu ada," balas Musk singkat.
Short selling Bill Gates
Perseteruan antara keduanya bermula dari laporan bahwa Bill Gates melakukan short selling, atau bertaruh melawan, saham Tesla senilai USD 500 juta. Dalam sebuah wawancara dengan penulis biografi Musk, Walter Isaacson, Gates mengungkapkan bahwa hal ini membuatnya menerima pesan teks pribadi dari Elon Musk dan perilaku yang 'sangat kasar'.
CEO Tesla saat itu bertanya langsung kepada Gates apakah dia telah mengambil posisi short selling, yang dikonfirmasi oleh pendiri Microsoft tersebut. Dia pun menambahkan dalam pesan tersebut bahwa dia ingin membicarakan kemungkinan filantropi.
Dilansir Times of India, Musk tidak setuju dengan ide tersebut.
"Maaf, saya tidak dapat menganggap serius filantropi Anda tentang perubahan iklim ketika Anda memiliki posisi short selling besar-besaran terhadap Tesla, perusahaan yang paling banyak berupaya untuk mengatasi perubahan iklim," ketusnya.
Taruhan Gates terhadap Tesla berujung pada kerugian sebesar USD 1,5 miliar (Rp 25 triliun) ketika saham diperdagangkan pada harga USD 400 per saham, menurut biografi Musk karya Walter Isaacson. Saham tersebut saat ini diperdagangkan pada harga USD 417 per saham.
(ask/fay)

