Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Rudal China di Balik Jatuhnya Jet Tempur F-15 AS di Iran

Rudal China di Balik Jatuhnya Jet Tempur F-15 AS di Iran


Tim - detikInet

IRAN - APRIL 05: (----EDITORIAL USE ONLY - MANDATORY CREDIT - THE ISLAMIC REVOLUTIONARY GUARD CORPS / HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS----) A view of wreckage and remains of the downed F-15 fighter jet is seen in Iran on April 05, 2026. Colonel Ibrahim Zulfiqari, spokesperson for the Khatam al-Anbiya Central Headquarters stated regarding the U.S. operation to locate the missing co-pilot of the downed F-15 fighter jet: The attempt to rescue the pilot has failed. (Photo by Islamic Revolutionary Guard Corps/Anadolu via Getty Images)
Puing F-15 yang ditembak jatuh di wilayah Iran. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Pesawat tempur F-15 yang ditembak jatuh di wilayah Iran bulan lalu dan memicu misi penyelamatan berbahaya kemungkinan besar terkena rudal panggul buatan China. Demikian diungkap tiga orang yang mengetahui masalah ini kepada NBC News.

Pada masa awal konflik, China mungkin juga telah memasok radar peringatan dini jarak jauh kepada Iran yang mampu melacak pesawat siluman yang dirancang untuk menghindari deteksi radar.

Pejabat AS hingga kini masih menyelidiki situasi seputar penembakan jatuh pesawat tempur Amerika F-15E Strike Eagle pada bulan April tersebut. Insiden ini menandai pertama kalinya dalam beberapa dekade sebuah jet tempur AS berhasil dijatuhkan tembakan musuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum diketahui secara pasti kapan peralatan militer tersebut diserahkan. Namun, penggunaan senjata buatan China oleh Iran memperumit hubungan Amerika dengan China pada saat Presiden Donald Trump tengah mencari bantuan China untuk mengakhiri konflik tersebut.

Saat ditembak jatuh, Trump menyebutkan jet itu terkena rudal panggul. Memiliki panjang sekitar sekitar 2,1 meter dan berat sekitar 18 kg, senjata ini, yang juga dikenal sebagai senjata pertahanan udara portabel, adalah cara yang murah dan efektif untuk menjatuhkan pesawat yang terbang rendah.

ADVERTISEMENT

Dua awak jet F-15 melontarkan diri dengan selamat dari pesawat di wilayah Iran. Sang pilot diselamatkan dalam waktu tujuh jam, namun butuh waktu dua hari untuk menemukan dan menyelamatkan perwira sistem persenjataan yang bersembunyi di kaki Pegunungan Zagros.

Sebelumnya, Xi telah meyakinkan Trump bahwa China takkan memasok peralatan militer ke Iran. "Presiden Xi telah berjanji kepada saya bahwa ia tidak mengirim senjata apa pun ke Iran. Itu adalah janji yang indah. Saya percaya pada perkataannya. Saya sangat menghargainya," sebut Trump yang dikutip detikINET dari NBC News.

"China selalu bertindak hati-hati dan bertanggung jawab terkait ekspor produk militer, serta menerapkan pengawasan ketat sesuai dengan hukum dan peraturan kontrol ekspor Tiongkok serta kewajiban internasional. China menentang fitnah tak berdasar dan pengaitan yang berniat buruk," sebut Kedubes China mengenai tuduhan itu.

Laporan intelijen AS mengisyaratkan China berencana memasok persenjataan pertahanan udara baru ke Iran beberapa minggu mendatang. Belum jelas apakah rudal panggul yang kemungkinan menjatuhkan F-15 baru saja dikirim atau diambil dari persediaan senjata yang dikirim ke Iran bertahun lalu. Juga tidak jelas apakah radar, yang dikenal sebagai YLC-8B, dikerahkan selama perang.

Awal bulan ini, pemerintahan Trump menuduh China memberi akses satelit ke Iran guna membantu menargetkan pasukan AS di wilayah tersebut. Deplu AS menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan satelit China yang disebut menyediakan citra dan data agar Iran melancarkan serangan terhadap pasukan AS. China membantah tuduhan tersebut.

China pernah menjual senjata dalam jumlah besar ke Iran di 1980-an dan 1990-an, termasuk rudal balistik, rudal anti kapal, tank, artileri, dan jet tempur. Namun, setelah embargo senjata PBB terhadap Iran diberlakukan di 2006, China menarik diri dari penjualan senjata besar-besaran dan hanya menyediakan komponen serta teknologi ke Iran. Sementara Iran membangun industri dalam negeri untuk memproduksi persenjataan.




(fyk/fyk)






Hide Ads