Unik banget, Gen Z di China punya cara baru menikmati game battle royale. Tidak lagi duduk santai di sofa ruang tamu atau sembari bersandar di kamar, melainkan benar-benar mempraktikkan mekanisme permainannya di dunia nyata.
Gamer di China menjadikan pusat perbelanjaan atau mall sebagai arena pertempurannya. Mereka mengubah koridor-koridor mall yang biasanya kosong menjadi zona taktis, atau memanfaatkan toko roti hingga pakaian sebagai tempat berlindung.
Tren ini memanfaatkan kecanggihan teknologi Augmented Reality (AR), yang memadukan elemen digital dengan dunia nyata. Meski begitu, mekanisme khas battle royale tetap ada, seperti lingkaran zona aman yang terus mengecil hingga sistem eliminasi real-time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pistol yang digunakan tidak sungguhan ya. Jadi pistol mainan ini dilengkapi smartphone yang menampilkan gameplay ala PUBG secara langsung. Bedanya, karakter-karakter yang tampak di HP buka lagi avatar, tetapi orang sungguhan yang benar-benar mengikuti permainannya.
Dikutip dari China Insider, Rabu (29/4/2026), satu sesi biasanya diikuti oleh 40 hingga 60 orang yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit. Mereka bermain dengan berbagai mode seperti pertempuran tim dan ronde bertahan hidup.
Dilaporkan kalau orang-orang yang mengikuti battle royale di kehidupan nyata setidaknya berlari sejauh 5km untuk mengejar dan menghindari lawan. Jadi pada dasarnya ini adalah olahraga yang disamarkan sebagai sebuah permainan.
Namun yang menjadi perhatian dari fenomena ini ialah game tersebut mendorong pemain untuk saling berinteraksi secara langsung. Hal itu dinilai sangat tepat menggambarkan dilema nyata Gen Z yang ingin bersosialisasi, tetapi benci jika harus mengobrol.
Jadi alih-alih obrolan basa-basi, pemain dipaksa untuk membahas hal penting untuk meraih kemenangan, seperti bagaimana pergerakan tim, menyusun strategi, hingga bertahan hidup bersama.
"Kencan buta dan kumpul-kumpul kelompok dulu terasa canggung. Tetapi dalam battle royale AR, berlari ke dalam lingkaran dan saling melindungi, pada akhirnya terasa seperti Anda sudah mengenal orang-orang ini selamanya," kata seorang peserta, Foshan.
(hps/fay)