Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AMD di Atas Angin, Begini Jurus Perlawanan Intel

AMD di Atas Angin, Begini Jurus Perlawanan Intel


Anggoro Suryo - detikInet

SANTA CLARA, CA - JANUARY 16:  The Intel logo is displayed outside of the Intel headquarters on January 16, 2014 in Santa Clara, California.  Intel will report fourth quarter earnings after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Intel dilaporkan tengah melakukan perombakan besar-besaran pada roadmap produknya untuk lima tahun ke depan. Langkah strategis ini diambil demi menyaingi ketatnya dominasi AMD, terutama di segmen CPU klien untuk desktop, laptop, hingga perangkat konsol gaming handheld.

Dalam sebuah wawancara dengan media asal Jerman, PC Games Hardware, Vice President Intel, Robert Hallock, membeberkan rencana perusahaan untuk menantang lini CPU gaming X3D yang menjadi andalan AMD.

Menariknya, Hallock menyebut bahwa banyak antusias PC kelas berat yang kerap meremehkan peran penting perangkat lunak (software) dalam pengalaman komputasi. Menurutnya, sebanyak apa pun jumlah inti (core) atau cache pada sebuah prosesor, performa gaming tidak akan maksimal tanpa adanya dukungan software yang optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hallock memang tidak merinci perubahan spesifiknya, namun ia mencatat bahwa pada chip dengan jumlah core yang tinggi, kehadiran fitur thread director akan sangat membantu dalam mengurangi latensi.

Fokus Optimalisasi Software

Menanggapi strategi 3D V-Cache dari AMD, Hallock berpendapat bahwa kapasitas cache ekstra hanya berguna untuk aplikasi yang melakukan banyak permintaan memori secara acak, seperti game-game lawas yang dibangun dengan DirectX 9 dan DirectX 11.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, Application Programming Interface (API) yang lebih modern tidak terlalu bergantung pada besaran cache, melainkan lebih diuntungkan oleh optimalisasi software.

Sebagai solusinya, Intel kini tengah mengembangkan Binary Optimization Tool (BOT). Alat bantu ini diklaim mampu mendongkrak performa hingga 30 persen pada game modern maupun beban kerja berat lainnya, terlepas dari seberapa besar kapasitas cache yang dimiliki oleh chip tersebut.

Hallock menegaskan bahwa Intel berkomitmen penuh untuk meningkatkan performa gaming melalui jalur optimalisasi perangkat lunak, dan menjadikan BOT sebagai komponen krusial dalam masa depan mereka.

Tetap Siapkan Pesaing 3D V-Cache dan Arc G3

Meskipun Hallock mengisyaratkan bahwa Intel lebih memprioritaskan software ketimbang sekadar "pamer otot" perangkat keras, mereka ternyata tidak sepenuhnya meninggalkan inovasi hardware.

Intel dikabarkan tetap akan merilis pesaing 3D V-Cache yang dijuluki Big Last Level Cache. Teknologi mutakhir ini diprediksi akan memulai debutnya bersama jajaran prosesor Nova Lake pada akhir tahun ini.

Selain itu, Hallock secara tidak sengaja juga membenarkan eksistensi lini grafis Arc G3 yang selama ini masih sebatas rumor.

"Saya sebenarnya tidak menangani Arc G3 setiap saat," kata Hallock saat dicecar mengenai rencana Intel di ranah handheld PC dan seri Arc G3 Extreme.

Pernyataan singkat tersebut seolah menjadi konfirmasi kuat bahwa Intel memang sedang meracik chip khusus untuk menantang dominasi AMD di pasar konsol genggam, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (29/4/2026).




(asj/asj)
TAGS





Hide Ads