Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Setelah Medsos, Australia Batasi Akses Situs Porno

Setelah Medsos, Australia Batasi Akses Situs Porno


Virgina Maulita Putri - detikInet

Banyak Video Pelecehan, Visa dan Mastercard Hentikan Layanan Mereka di Pornhub
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pemerintah Australia resmi membatasi akses situs porno untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun mulai Senin, (9/3). Peraturan baru ini diterapkan hanya tiga bulan setelah Australia memblokir akses media sosial untuk remaja di bawah 16 tahun.

Mulai hari ini, warga Australia harus membuktikan bahwa usia mereka sudah di atas 18 tahun sebelum dapat mengakses konten dewasa seperti pornografi, video game dengan rating R, dan chatbot AI yang eksplisit.

Perubahan ini ditujukan untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya di internet, di mana platform yang melanggar akan didenda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak mengizinkan anak-anak masuk ke bar atau toko minuman keras, toko dewasa, atau kasino, tapi jika menyangkut ruang online... tidak ada pengamanan seperti itu," kata Komisioner eSafety Australia Julie Inman Grant, seperti dikutip dari BBC, Senin (9/3/2026).

Di Australia, seperti di banyak negara lainnya, pengunjung situs dewasa biasanya diminta untuk memverifikasi usianya dengan mencentang kotak yang menyatakan bahwa mereka sudah berusia di atas 18 tahun.

ADVERTISEMENT

Namun, setelah perubahan baru ini berlaku platform situs dewasa harus melakukan verifikasi usia yang lebih ketat. Bentuk verifikasinya dapat mencakup teknologi pengenalan wajah, identitas digital, hingga informasi kartu kredit.

Berdasarkan aturan baru ini, platform mesin pencari, toko aplikasi, media sosial, gaming, situs porno, dan chatbot AI, harus mengambil langkah yang signifikan untuk mencegah anak-anak terpapar konten dewasa.

Riset yang dilakukan oleh eSafety menemukan satu dari tiga anak-anak berusia 10-17 tahun telah melihat foto atau video seksual di internet. Mereka juga menemukan lebih dari 70% anak-anak terpapar konten yang menunjukkan kekerasan, melukai diri sendiri dan bunuh diri, hingga informasi tentang gangguan makan.

"Jika anak muda mencari konten bunuh diri atau melukai diri sendiri, hasil pencarian pertama yang harusnya mereka lihat adalah nomor telepon bantuan - bukan jebakan online yang berbahaya," kata Grant menjelang pengumuman aturan baru tersebut.

Beberapa hari sebelum aturan itu berlaku, sejumlah situs dewasa seperti RedTube, YouPorn, dan Tube8 - yang semuanya dimiliki oleh perusahaan asal Kanada Aylo - telah melarang pengguna Australia yang ingin mendaftarkan akun baru dan mengakses konten.

Juru bicara Aylo mengatakan mereka akan menuruti aturan baru tersebut, tapi menurut mereka batasan ini tidak akan melindungi anak-anak dan malah menyebabkan kerugian terkait privasi data dan paparan konten ilegal di platform yang tidak patuh.




(vmp/rns)







Hide Ads