Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ilmuwan Sebut Greenland Kunci Sains Iklim Global, Ini Alasannya

Ilmuwan Sebut Greenland Kunci Sains Iklim Global, Ini Alasannya


Rachmatunnisa - detikInet

A general view shows Nuuk in Greenland, February 4, 2025. REUTERS/Sarah Meyssonnier     TPX IMAGES OF THE DAY
Wilayah Greenland hampir sepenuhnya tertutup salju. Foto: REUTERS/Sarah Meyssonnier
Jakarta -

Greenland bukan sekadar pulau besar di ujung utara Bumi yang tertutup es. Bagi para ilmuwan iklim global, wilayah ini merupakan tempat riset krusial untuk memahami perubahan iklim dan prediksi masa depan Bumi.

Sekitar 80% permukaan Greenland ditutupi lembaran es raksasa. Lapisan es ini tidak hanya menyimpan air beku dalam jumlah besar, tetapi juga memberi data penting tentang sejarah iklim dan proses yang memengaruhi kenaikan permukaan laut global. Jika seluruh es itu mencair, permukaan laut bisa naik sekitar 7 meter, yang akan mengubah garis pantai seluruh dunia.

Penelitian di Greenland memungkinkan ilmuwan memahami hubungan antara kadar karbon dioksida di atmosfer dan temperatur global dalam jangka panjang. Para peneliti bisa menarik core es yang menyimpan gelembung udara purba, sehingga menunjukkan rekaman atmosfer Bumi dari masa lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa depan ilmu iklim dan transisi menuju masa depan yang aman dan sejahtera di seluruh dunia bergantung pada kelanjutan akses ke pulau ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh masyarakat yang tinggal di sana," kata Gail Whiteman, Direktur Artemis Center for Sustainable Enterprise di Chatham House, dikutip dari The Conversation.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa Greenland bukan hanya tempat riset semata, tetapi pusat pengetahuan penting yang memberi tanda awal perubahan iklim signifikan. Selain itu, Greenland juga menjadi lokasi strategis untuk mengukur dampak perubahan iklim terhadap sistem lautan dan atmosfer global. Data yang terkumpul membantu memprediksi naiknya permukaan laut, perubahan pola cuaca, dan bagaimana laut di belahan Bumi utara merespons penambahan air tawar dari es yang mencair.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, akses ilmiah ke wilayah ini bisa terancam jika kontrol politik atas Greenland berubah tanpa kesepakatan internasional. Para ahli percaya bahwa riset iklim global harus tetap bersifat kolaboratif dan terbuka demi kepentingan sains dan masa depan seluruh umat manusia.

Singkatnya, Greenland bukan sekadar wilayah es yang mencair, tetapi pusat riset iklim yang tak tergantikan bagi ilmu pengetahuan dunia. Data dan informasi yang dihasilkan dari sana menjadi salah satu landasan penting bagi keputusan global terkait respons terhadap perubahan iklim.




(rns/rns)





Hide Ads