Elon Musk Khawatir Populasi Manusia Tidak Cukup Untuk Huni Mars

Elon Musk Khawatir Populasi Manusia Tidak Cukup Untuk Huni Mars

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 21 Jan 2022 18:07 WIB
Elon Musk
Elon Musk Khawatir Populasi Manusia Tidak Akan Cukup untuk Huni Mars Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Elon Musk sudah lama menyuarakan kekhawatirannya soal angka kelahiran yang rendah. Bahkan menurutnya penurunan populasi akan mempengaruhi upayanya dan SpaceX untuk membangun koloni manusia di Mars.

CEO SpaceX dan Tesla ini mengungkapkan unek-uneknya lewat serangkaian cuitan di Twwitter pada hari Rabu lalu. Awalnya ia hanya mengatakan bahwa masyarakat harusnya lebih khawatir akan penurunan populasi.

"Proyeksi PBB sama sekali tidak masuk akal. Kalikan saja angka kelahiran tahun lalu dengan angka harapan hidup. Mengingat tren penurunan tingkat kelahiran, ini adalah kasus terbaik kecuali bisa dibalik," tulis Musk, seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (21/1/2022).

"Jika tidak ada cukup orang di Bumi, maka pasti tidak akan cukup untuk Mars," sambungnya diikuti dengan emoji muka sedih.

Wajar jika Musk khawatir akan dampak penurunan populasi terhadap potensi membawa kehidupan manusia di Mars. Pria berusia 50 tahun ini sudah lama berambisi mengirimkan manusia dan membangun kehidupan baru di Mars untuk menghindari bencana besar di Bumi.

Musk dan SpaceX berencana mendaratkan astronaut di Mars dalam waktu 5-10 tahun ke depan. Meski saat ini baru sekedar rencana, Musk bermimpi akan bisa mengirimkan satu juta orang ke Mars pada tahun 2050.

Membawa satu juta orang ke Mars memang terbilang sedikit, apalagi jika dibandingkan dengan populasi manusia yang saat ini jumlahnya miliaran. Tapi Musk jelas-jelas khawatir ambisinya itu bisa gagal jika angka kelahiran di Bumi terus merosot.

Pada tahun 1950-an, perempuan di seluruh dunia rata-rata memiliki 4,7 anak seumur hidupnya. Riset terbaru menemukan angka kelahiran menurun ke level 2,4 pada tahun 2017, dan diprediksi akan menurun sampai 1,6.

Kalau angka kelahiran sudah turun di bawah 2,1 maka populasi manusia mulai menurun. Tim peneliti memperkirakan puncak populasi akan menyentuh angka 9,73 miliar pada tahun 2064 sebelum penurunan populasi ini terjadi.

Ini bukan pertama kalinya Musk membagikan kekhawatirannya tentang angka kelahiran yang terus menurun. Bulan lalu, ayah enam orang anak ini berkomentar bahwa orang-orang harusnya memiliki lebih banyak anak atau peradaban akan hancur.

"Saya pikir salah satu ancaman terbesar terhadap peradaban adalah angka kelahiran yang rendah dan angka kelahiran yang menurun dengan cepat," kata Musk saat berbicara di event Wall Street Journal.



Simak Video "Eks Manajer Twitter Skeptis dengan 'Free Speech' Ala Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)