Jejak Kaki 120 Ribu Tahun Muncul di Arab Saudi, Milik Siapa?

Jejak Kaki 120 Ribu Tahun Muncul di Arab Saudi, Milik Siapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 23 Sep 2020 12:00 WIB
Temuan jejak kaki berusia 120 ribu tahun (Klint Janulis/AFP Photo)
Foto: Temuan jejak kaki berusia 120 ribu tahun (Klint Janulis/AFP Photo)
Arab Saudi -

Sejumlah jejak kaki yang telah menjadi fosil, usianya diperkirakan sekitar 120 ribu tahun, ditemukan di Arab Saudi. Selain hewan, ada pula jejak kaki para manusia.

Dikutip detikINET dari CNN, Rabu (23/9/2020) periset menggelar survei di danau kuno Alathar di Gurun Nefud, Arab Saudi. Jejak-jejak tersebut muncul sebagai akibat erosi sedimen. Jejak kaki hewan disimpulkan adalah milik kuda, unta sampai gajah.

Adapun jejak kaki manusia usianya antara 112 ribu sampai 120 ribu tahun yang lalu dan memberikan pandangan soal rute yang diambil manusia modern awal pada saat migrasi bergerak dari Afrika. Mereka mungkin pindah 5.000 tahun lebih dini.

"Jejak kaki itu mengindikasikan ada Homo sapiens di Arab utara, mungkin dari Afrika, ada di sana sekitar 125 ribu tahun silam," kata Mathew Stewart, pakar dari Max Planck Institute for Chemical Ecology.

Dalam riset yang dipublikasikan di jurnal Science Advances ini, periset menyatakan jejak kaki itu mungkin adalah milik para pemburu kuno yang mengikuti binatang buruannya dari Sahara sampai Arab.

Pada saat itu, Arab merupakan padang rumput mirip dengan savana Afrika modern saat ini. Jejak kaki itu, dan juga bukti lain sebelumnya, menandakan rute tersebut merupakan arah perpindahan bagi manusia modern awal.

Adapun metode investigasi awalnya melibatkan satelit untuk mengidentifikasi ratusan danau kuno di wilayah tersebut. Danau itu sekarang dalam keadaan kering, tapi jejak masa lampau yang ditinggalkannya penting bagi sains.

Adapun jejak kaki yang ditemukan berjumlah 7 buah, merupakan yang pertama ditemukan di wilayah Arab Saudi dan mungkin masih ada lagi. "Ada alasan bagus untuk kembali ke situs itu dan melakukan survei lagi, di mana jejak kaki baru mungkin akan ditemukan," cetus Remy Crassard, ilmuwan National Centre for Scientific Research di Prancis.



Simak Video "4 Oktober, Arab Saudi Kembali Buka Umroh Secara Bertahap"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)