Rumor Jack Ma Ditangkap Dianggap Pesan Peringatan dari Beijing

Rumor Jack Ma Ditangkap Dianggap Pesan Peringatan dari Beijing

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 11 Mei 2022 13:35 WIB
Jack Ma menghilang dari pandangan publik. Sebelumnya pemilik Alibaba dan Ant Group itu mengkritik regulator China pada konferensi di Shanghai pada Oktober 2020.
Jack Ma. Foto: AP Photo
Beijing -

Lama tak ada kabar berita, mendadak tersebar dugaan Jack Ma ditangkap oleh aparat China setelah melakukan kejahatan yang membahayakan keamanan nasional. Walau terbukti bahwa isu tersebut tidak benar, kejadian ini dianggap sebagai sebuah peringatan.

Awalnya, televisi CCTV yang adalah media pemerintah China memberitakan orang dengan nama belakang Ma diinvestigasi di Kota Hangzhou. Banyak yang menduga orang itu adalah Jack Ma.

Apalagi namanya disebut ada dua karakter, seperti Jack Ma, yang nama sebenarnya adalah Ma Yun. Terlebih lagi, Hangzhou adalah lokasi kantor pusat Alibaba. Walau kemudian dikoreksi, banyak yang mencurigai hal itu disengaja.

Di Weibo, beberapa netizen menilai CCTV sengaja menyebar rumor itu. "Saya yakin CCTV tidak akan membuat kesalahan nama seperti ini. Tidak jelas mengapa mereka melakukannya, ada banyak orang di China punya nama belakang Ma," tulis seorang warganet.

Bahkan kabarnya, aparat di Hangzhou menginformasikan langsung penangkapan orang bernama Ma itu kepada kantor pusat CCTV, tidak ke biro lokal seperti biasanya.

Meski bukan Jack Ma yang dijerat, pengamat menilai ini adalah bentuk peringatan dari pemerintah China, bahwa siapa pun bisa ditangkap jika dianggap melakukan kejahatan, apalagi yang skalanya membahayakan keamanan negara.

"Publikasi itu adalah sebuah tindakan yang disengaja untuk mengintimidasi siapa pun yang mungkin membahayakan keamanan nasional dengan cara apapun," kata mantan dosen di Tsinghua University, Qu QIang yang dikutip detikINET dari Nikkei, Rabu (11/5/2022).

"Menggunakan segala wewenang untuk menggaungkan kasus yang kecil ini mengindikasikan niat Beijing untuk memprioritaskan keamanan nasional dengan menciptakan atmosfer ketakutan pada setiap orang," demikian pendapatnya.



Simak Video "Canggih! Petani Durian Ini Kontrol Tanamannya Lewat Laptop"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)