Selasa, 16 Jul 2019 07:50 WIB

Bos XL Axiata Ingin Aturan IMEI Seperti Registrasi Prabayar

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
FOKUS BERITA Aturan Validasi IMEI
Jakarta - CEO XL Axiata Dian Siswarini mengaku telah diajak ngobrol pemerintah terkait aturan validasi aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI). Pihaknya menyambut baik, tapi tidak membebani operator saat penerapannya.

"Kami lihat memang secara obyektif hal ini bagus supaya menghilangkan black market jadi supaya handset yang masuk ke Indonesia itu memang betul handset yang legal. Tapi mungkin yang harus kita bicarakan adalah nanti bagaimana sistem yang akan digunakan juga cara pengecekannya," kata Dian saat ditemui usai acara Selular Awards, Senin malam (16/7/2019).


Dian berharap aturan IMEI ini seperti registrasi prabayar. Operator hanya memberikan data, Ditjen Dukcapil yang memvalidasi oke atau tidaknya. Jadi tidak mempersulit operator.

"Supaya buat kami memang bersedia melakukan hal tersebut. Tapi bukan bertanggung jawab untuk melakukan filterisasi," ungkap Dian.

Bos XL Axiata ini mengaku tidak mengkhawatirkan aturan IMEI berdampak pada jumlah pelanggan. Walaupun diawal-awal dia melihat ada sedikit pengaruhnya.

CEO XL Axiata Dian SiswariniCEO XL Axiata Dian Siswarini Foto: XL Axiata
"Iya mungkin di awal-awal ada. Tapi ke depannya kan ini istilahnya untuk pendapatan negara. Kedepannya saya rasa masyarakat akan mengerti bahwa handphone yang ilegal tidak membawa keuntungan bagi siapapun. Saya rasa ke depannya kalau ini betul-betul diimplementasikan akan menyadarkan masyarakat juga," papar Dian.


CEO of The Year

Dalam Selular Awards 2019 sendiri Dian mendapat penghargaan sebagai CEO of The Year. Perempuan kelahiran Majalengka ini dinilai telah membawa XL lebih maju lagi.

"Terima kasih sekali atas penghargaan ini. Saya anggap sebagai apresiasi, sebagai recognition terhadap apa yang telah saya lakukan selama ini," ujarnya.



Simak Video "Aturan Registrasi IMEI Disahkan, Menkominfo Minta Masyarakat Jangan Panik"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)
FOKUS BERITA Aturan Validasi IMEI