10 Atlet Esports Dunia Berpenghasilan Tertinggi di 2020

10 Atlet Esports Dunia Berpenghasilan Tertinggi di 2020

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Kamis, 24 Des 2020 18:31 WIB
Atlet Esports Miracle- dari Team Nigma
Atlet esports Miracle- alias Amer Barqawi (Foto: Team Liquid)
Jakarta -

Bukan rahasia lagi bahwa atlet esports bisa kaya banget. Inilah 10 atlet esports dengan penghasilan tertinggi di tahun 2020.

Di Indonesia, masih ada anggapan bahwa menjadi pro player bukanlah pekerjaan yang menjanjikan. Di sisi lain, penghasilan pro player dunia bahkan sudah menyentuh angka jutaan dolar.

Sempat disinggung oleh CEO Team RRQ, Andrian Pauline bahwa biaya transfer untuk salah satu pemain Team RRQ, yaitu RRQ Lemon, mungkin bisa mencapai Rp 15 miliar. Di lain tempat, Pak AP juga menyebutkan gaji pro player di Team RRQ bisa mencapai ratusan juta rupiah. Itu belum seberapa karena pro player dunia bahkan bisa menghasilkan pendapatan hingga triliunan rupiah.

Sepanjang 2020, situs Statista mencatat pro player dengan penghasilan tertinggi. Siapa saja mereka, ayo disimak:

10 Atlet Esports Terkaya 2020:

1. N0tail (Johan Sundstein)

Pemain DotA 2 dari tim OG ini mencatatkan pendapatan sebesar US$ 6,94 juta atau sekitar Rp 97,8 miliar! Jumlah ini didapat dari keseluruhan kariernya di industri esports dengan 123 turnamen tercatat pernah diikutinya. Terlepas dari usianya yang baru menginjak 26 tahun, N0tail bersama tim OG juga pernah memenangkan The International 2 kali berturut-turut pada 2018 dan 2019. Pada 2018, N0tail mencatatkan pendapatan US$ 2,2 juta, sedangkan pada 2019 mencapai US$ 3,1 juta.

2. JerAx (Jesse Vainikka)

Atlet Esports JerAx dari Tim OGAtlet Esports JerAx dari Tim OG Foto: (Liquipedia)

Di posisi kedua, atlet esports pemain DotA 2 asal Finlandia, Jesse Vainikka alias JerAx, mencatatkan pendapatan keseluruhan sebesar US$ 6,47 juta atau sekitar Rp 91,3 miliar. Menyentuh pendapatan yang hampir sama dengan rekan setimnya di tim OG, total pendapatan terbesarnya didapatkan dari The International 2018 dan The International 2019. Sayangnya, pada Januari 2020 lalu JerAx memutuskan untuk pensiun dari dunia esports. Meski begitu, dia masih mengelola official store sendiri di situs jerax.gg.

3. ana (Anathan Pham)

Masih dari game DotA2, lagi-lagi pemain tim OG masuk dalam jajaran pro player dengan pendapatan tertinggi di dunia. Baru aktif di esports sejak 2016, ana langsung mendapatkan US$ 3,1 juta dan US$ 2,2 juta dari The International 2018 dan The International 2019, sama seperti rekan satu timnya, N0tail, JerAx, Ceb, dan Topson. Total pendapatannya kini tercatat sebanyak US$ 6 juta. Kerennya lagi, usianya saat ini baru 19 tahun!

4. Ceb (Sebastien Debs)

Atlet Esports Ceb dari Tim OGAtlet Esports Ceb dari Tim OG Foto: (Join DOTA)

Posisi keempat juga masih diisi oleh anggota tim OG, yaitu Sebastien Debs alias Ceb. Pemain asal Prancis ini telah mengumpulkan sekitar US$ 5,5 juta dari 58 turnamen sepanjang kariernya di bidang esports, dengan 2 turnamen dengan terbesar adalah The International pada 2018 dan 2019. Saat ini, Ceb masih aktif bermain di OG bersama N0tail dan Topson.

5. Topson (Topias Taavitsainen)

Satu lagi pemain DotA 2 dengan pendapatan terbesar di dunia esports, yaitu Topias Taavitsainen alias Topson. Bermain di tim OG bersama N0tail, Ceb, ana, dan JerAx, Topson sudah mengantongi pendapatan sebesar US$ 5,4 juta dari hadiah turnamen saja. Menginjak usia 22 tahun, Topson telah bermain DotA sejak masih berusia 8 tahun dan mulai aktif sebagai pro player pada 2017. Total ada 26 turnamen yang pernah diikutinya hingga saat ini.

Halaman selajutnya: KuroKy sampai Matumbaman...