Sejarah Game MOBA, Game Strategi yang Digandrungi

Sejarah Game MOBA, Game Strategi yang Digandrungi

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Rabu, 23 Des 2020 21:14 WIB
Game DotA
Game DotA, salah satu genre MOBA yang populer (Foto: Gameranx/RRQ)
Jakarta -

Dari sekian banyak genre game yang ada, salah satu genre yang cukup banyak digandrungi dan punya basis penggemar yang luas adalah game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Subgenre dari game strategi ini membuat setiap pemain bisa mengontrol sebuah karakter dengan kemampuan unik yang dapat meningkat seiring pertandingan berjalan.

Di game multiplayer online battle arena ini tujuan utama game adalah menghancurkan 'menara' lawan dengan strategi dan kemampuan karakter yang dimainkan. Permainan akan selesai kalau salah satu 'menara' hancur. Saat ini di Indonesia, MOBA menjadi salah satu genre esports game paling populer.

Besarnya komunitas penggemar Mobile Legends membuat turnamen game ini jadi salah satu yang paling populer di dunia. MPL Indonesia Season 6 lalu menjadi salah satu dari turnamen yang paling banyak ditonton selama 2020 dengan jumlah penonton di pertandingan grand final-nya mencapai 2,8 juta viewers.

Di dunia, game MOBA PC juga mendapat perhatian dari banyak penggemar esports. Game seperti League of Legends, DotA 2, hingga Starcraft memiliki ratusan pro player yang tersebar di seluruh dunia. The International yang merupakan turnamen DotA 2 terbesar bahkan sejak 2015 menawarkan prize pool terbesar dengan The International 2019 memiliki total hadiah sebesar lebih dari USD 34,3 juta. Hal ini membuat para pemenang The International 2019, player dari tim OG, menjadi pro player dengan penghasilan terbesar di dunia.

Game DotA 2Game DotA 2 Foto: (Foto: Steam/RRQ)

Namun, awal mula MOBA menjadi subgenre game strategi adalah pada 2002 ketika game Aeon of Strife dirilis sebagai custom map untuk StarCraft. Selanjutnya, masih pada tahun yang sama, Warcraft 3 dirilis, terinspirasi dari Aeon of Strife. Salah satu map custom-nya menjadi cikal bakal dari game DotA yang saat ini masih menjadi rajanya game MOBA dengan tingkat kesulitan dan skill karakter yang tinggi.

Tahun 2004 adalah pertama kalinya turnamen DotA digelar dengan nama DotA Allstar yang kembali digelar pada November 2005. Sebelum menjadi pertandingan besar seperti sekarang ini, DotA Allstar dilaksanakan di server khusus, yaitu DotA-Allstar.com.

Barulah pada 2009, Riot Games yang saat itu masih merupakan developer indie merilis League of Legends. Perilisan ini disusul oleh IceFrog yang merilis DotA 2 pada 2010. Menyusul kesuksesan League of Legends, turnamen internasional pertamanya pun dimulai pada 2011, diikuti oleh tim dari Eropa, Amerika Serikat, Filipina, dan Singapura dengan total hadiah USD 99.500. Tak menunggu lama, The International pun digelar pada tahun yang sama dan menjadi turnamen DotA 2 pertama.

Mulai tahun 2013, DotA 2 akhirnya sudah bukan open beta lagi dan dimainkan oleh sepertiga pengguna internet di dunia. Selanjutnya, semakin banyak game MOBA lainnya yang bermunculan, seperti Smite, Vainglory, Heroes of the Storm, Paragon, hingga Arena of Valor pada 2017. Pada 2016, League of Legends bahkan telah mencapai 100 juta player per bulan dan The International pun telah menjadi turnamen esports terbesar dari segi penonton hingga total hadiah.

Selanjutnya, mobile game MOBA pun bermunculan, mulai dari Mobile Legends hingga League of Legends: Wild Rift yang keduanya saat ini memiliki basis penggemar yang besar di game mobile MOBA. Apakah kamu juga main salah satu di antaranya?

*Artikel ini merupakan kerja sama antara detikINET dengan Team RRQ.



Simak Video "Belum Optimal, Bos RRQ Dorong Pemerintah Benahi Ekosistem eSports"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)