Mengenal Monopole, Jenis Tiang BTS yang Ditabrak Truk di Bekasi

Mengenal Monopole, Jenis Tiang BTS yang Ditabrak Truk di Bekasi

ADVERTISEMENT

Mengenal Monopole, Jenis Tiang BTS yang Ditabrak Truk di Bekasi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 31 Agu 2022 20:47 WIB
Sebuah truk trailer menabrak tiang BTS di dekat SD di Jl Sultan Agung, Kranji, Bekasi, Rabu (31/8/2022). Dikabarkan ada korban tewas akibat kejadian ini. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman membenarkan adanya kejadian ini. Latif membenarkan adanya korban tewas. Namun dia belum bisa memastikan jumlah korban tewas.
Mengenal Monopole, Jenis Tiang BTS yang Ditabrak Truk di Bekasi. Foto: (Dok. TMC Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Kecelakaan maut terjadi lagi yang diakibatkan oleh truk trailer menabrak tiang Base Transceiver Station (BTS) di Bekasi pada hari ini, Rabu (31/8/2022). Menara telekomunikasi dihantam truk hingga roboh itu berjenis monopole. Mengapa disebut demikian dan bentuknya seperti tiang listrik?

Dampak dari kejadian tersebut, setidaknya 10 orang dilaporkan tewas dan 20 orang lainnya luka-luka dalam kecelakaan maut itu. Salah seorang korban tewas diketahui sebagai sopir mobil pikap yang tertimpa tiang BTS. Lokasi tiang BTS yang roboh usai ditabrak truk trailer itu tepat berada di halte depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengungkapkan BTS memiliki berbagai jenis bentuknya, ada yang makro BTS yang ukurannya besar dengan penyangga dengan jumlah kakinya tiga atau empat. Sedangkan, jenis BTS yang ditabrak truk trailer itu monopole.

"Tiang BTS yang ditabrak nampaknya monopole yang lumayan tinggi," ujar Heru

Jenis BTS berupa monopole ini sering dijumpai di wilayah perkotaan. Ciri khas bentuknya yang memanjang seperti halnya tiang listrik, namun diameter tiangnya lebih besar. Adapun monopole BTS, biasanya di ujung paling atas disematkan layaknya ranting pohon.

Tiang BTS sebelum roboh menimpa kendaraan dalam kecelakaan 31 Agustus 2022 di depan SDN II dan III Kota Baru, Bekasi. (Google Street View)Tiang BTS sebelum roboh menimpa kendaraan dalam kecelakaan 31 Agustus 2022 di depan SDN II dan III Kota Baru, Bekasi. (Google Street View) Foto: Tiang BTS sebelum roboh menimpa kendaraan dalam kecelakaan 31 Agustus 2022 di depan SDN II dan III Kota Baru, Bekasi. (Google Street View)

"Ini disebut kamuflase karena biasanya ada aturan dari Pemda setempat untuk menyamarkan tower yang lebih estetis dengan lingkungan. Biasanya dimirip-miripkan dengan pohon. Sehingga struktur tetap tower tapi di ujung atasnya diberi tambahan pepohonan buatan atau palsu," tutur mantan Komisioner BRTI ini.

"Dan monopole biasanya juga dibangun di lahan yang daerahnya terbatas, di mana tower besar tidak dimungkinkan dibangun (lahan tersebut)," ucapnya menambahkan.

Heru juga mengatakan kekuatan BTS, baik itu berjenis tower berkaki tiga atau empat maupun monopole, dalam konstruksinya mampu bertahan terhadap guncangan sampai gempa magnitudo 7 dan terpaan angin berkecepatan 120 km/jam.

Disampaikan Heru, mengenai ketinggian monopole BTS itu bisa variatif karena tergantung pada desain teknis yang terhubung dengan tower lainnya dan juga kontur tanah atau bisa juga di atas bangunan.

"Jadi, kalau di atas gedung tinggi, paling gunakan 6-12 meter, tapi kalau di atas tanah antara 20-40an meter. Kalau untuk 53 meter ke atas biasanya gunakan kaki 3 atau 4 karena menyangkut kekuatan pondasi lebih bagus dibanding monopole," pungkas Heru.



Simak Video "Kecelakaan Truk Maut Bekasi: 10 Nyawa Melayang, Sopir Negatif Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT