Perjalanan Raditya Dika, Suka Komedi dari SD Sampai Jadi Kerjaan

Perjalanan Raditya Dika, Suka Komedi dari SD Sampai Jadi Kerjaan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 05 Nov 2021 14:39 WIB
Raditya Dika
Perjalanan Raditya Dika, Suka Komedi dari SD sampai Jadi Kerjaan. Foto: instagram
Jakarta -

Raditya Dika merupakan seorang komika dan content creator yang terbilang sukses. Ternyata, keberhasilannya ini memang buah dari hobinya terhadap komedi sejak kecil.

"Kalau saya dari kecil suka komedi, cuma dari kecil komedi untuk alat bertahan hidup karena pas kecil nongkrong di perpus nggak punya banyak teman. Tapi kalau bisa cerita lucu, bikin orang ketawa, lu itu jadi bisa ditemenin," ungkapnya dalam Press Briefing 'A Month with Windows 11: Bring Content Creators Closer to What They Love', Jumat (5/11/2021).

Dari komedi ini, Radit lanjut menulis hingga mengikuti berbagai perlombaan. Saat SMA, ia mulai membuat blog pertamanya dan menulis beragam kisah menarik yang ia kemas dengan unsur kejenakaan.

"Tulisannya diterbitin di blog dan orang-orang baca dari 5 orang, jadi 50, jadi 500 dan akhirnya jadi buku. Buku ke-1 dan ke-2, mulai ke hal lain yaitu stand up comedy. Bikin webseries, dikasih kesempatan di layar lebar, akhirnya sekarang fokus di YouTube," kisah Radit yang merupakan dalang di balik 'Malam Minggu Miko'.

"Semuanya akarnya memang komedi. Dari kecil suka komedi dan ini yang dikembangkan," sambungnya.

Radit mengaku kini pekerjaannya dilakukan hampir semuanya dari rumah. Kebutuhan untuk multitask pun membuatnya punya banyak device atau perangkat untuk digunakan. Tak cuma untuk karier, device itu juga yang ia gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarganya, misalnya sang istri Anissa Aziza. Ia pun banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengan tim untuk menentukan prioritas pekerjaan.

"Jadi multitask itu sangat penting, kadang ada yang minta kolaborasi bareng istri nanti tim ngobrolin lagi. Kita kalkulasi juga ide mana yang cocoknya buat YouTube, mana buat stand up comedy, mana yang mau dikembangkan ke film. Makanya kita perlu banget ketemu, baik virtual atau langsung, brainstorm 2-3 jam sih," ungkapnya.

Perangkat yang Radit gunakan bukan cuma untuk mengatur kegiatan dan deadline. Perangkat dimaksimalkan untuk semua tim sehingga semua saling terintegrasi dan informasi yang didapatkan menjadi lebih rapi.

"Nggak cuma organizing, platform-nya bisa menghubungkan ke keluarga dan orang lain. Teknologi membantu saya menghadapi itu, kita bisa produktif dan kreatif kapan saja," tandasnya.



Simak Video "Rahasia 'S3 Marketing' di Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)