Tahun Depan Google Wajibkan Developer Pakai Sistem Pembayaran Play Store

Tahun Depan Google Wajibkan Developer Pakai Sistem Pembayaran Play Store

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 29 Sep 2020 16:45 WIB
play store
Tahun Depan Google Wajibkan Developer Pakai Sistem Pembayaran Play Store. Foto: Istimewa
Jakarta -

Google akan memberlakukan aturan yang mengharuskan para developer aplikasi menggunakan sistem pembayaran di dalam aplikasi (in-app payment system). Artinya, developer yang para pelanggannya membayar aplikasi melalui debet kartu kredit, segera menggunakan sistem pembayaran Google Play Store yang memungut komisi 30% dari pembayaran ini.

Sebenarnya, kebijakan Google sudah sejak lama menyebutkan bahwa developer perlu menggunakan sistem penagihan Google pada pembelian di dalam aplikasi (in-app purchase) yang dilakukan di Play Store. Tapi selama ini, kebijakan tersebut belum diwajibkan.

Dikutip dari CNBC, Selasa (29/9/2020) para developer diberi waktu hingga 30 September 2021 untuk beralih menggunakan sistem penagihan Google sepenuhnya. Pengumuman tersebut membuat kebijakan Google Play Store sejalan dengan kebijakan App Store Apple.

Dalam beberapa bulan terakhir, Apple mendapat kecaman dari kalangan publisher, developer, dan regulator terkait kebijakan ini, termasuk poin yang memungut pajak sebesar 30%. Apple menentang pengawasan terhadap App Store-nya dan berkilah bahwa toko aplikasi lain seperti Google Play Store juga mengambil komisi 30% dari in-app purchase.

Sementara itu, saat mengumumkan hal ini, Google tidak menyebutkan aplikasi mana saja yang belum mengikuti aturannya ini. Namun dikatakan Google, 97% developer yang menjual konten digital di platformnya sudah mematuhi kebijakannya tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa kebijakan kami jelas dan diperbarui sehingga dapat diterapkan secara konsisten dan adil untuk semua developer. Jadi kami memperjelas bahasa dalam Kebijakan Pembayaran kami agar lebih eksplisit bahwa semua developer yang menjual konten digital di aplikasi mereka harus menggunakan sistem penagihan Google Play Store," kata Google dalam pengumumannya yang ditandatangani VP of Product Management Google Sameer Samat.

Salah satu developer yang paling lantang menentang kebijakan ini adalah Epic Games. Pembesut game Fortnite ini mengupdate aplikasinya pada Agustus lalu guna memungkinkan gamer bisa membayar langsung ke Epic Games untuk setiap in-app purchases yang mereka lakukan di Fortnite.

Tentunya, cara ini berupaya menghindari sistem penagihan Google Play Store. Google meresponsnya dengan menghapus Fortnite dari Play Store. Meski Fortnite tetap tersedia di Android, kami tidak dapat lagi menyediakannya di Play Store karena melanggar kebijakan kami," kata Google saat itu.

Hal ini pun membuat Epic Games menggugat Google. Masalah serupa terjadi di App Store. Apple juga menghapus Fortnite dari toko aplikasi, dan saat ini sedang bergelut dengan proses hukum melawan Epic Games. Dibandingkan dengan Apple, Google sejauh ini tidak terlalu disorot terkait kebijakan pemotongan komisi 30%. Mungkin saja ini akan berubah setelah Google mewajibkannya di tahun depan.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)