Mark Zuckerberg Bantah Punya Perjanjian Rahasia dengan Donald Trump

Mark Zuckerberg Bantah Punya Perjanjian Rahasia dengan Donald Trump

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 21 Jul 2020 18:49 WIB
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg Bantah Punya Perjanjian dengan Donald Trump Foto: Getty Images
Jakarta -

Hubungan Mark Zuckerberg dengan Donald Trump kembali menjadi perhatian. Zuckerberg membantah bahwa Trump mendapatkan keringanan dari Facebook sebagai bagian dari perjanjian rahasia.

"Saya pernah mendengar spekulasi ini juga, jadi saya akan perjelas: Tidak ada perjanjian dalam bentuk apapun," kata Zuckerberg kepada Axios, yang dikutip detikINET dariTechCrunch, Selasa (21/7/2020).

"Sebenarnya, ide tentang adanya sebuah perjanjian terdengar cukup konyol," sambungnya.

Bantahan Zuckerberg ini datang setelah beberapa unggahan Trump belakangan dianggap melanggar kebijakan beberapa media sosial, seperti Twitter. Tapi aktivitas Trump di Facebook seperti didiamkan saja.

Misalnya saja unggahan Trump soal pemungutan suara lewat surat yang diberi konteks tambahan oleh Twitter, tapi unggahan Trump yang sama di Facebook tidak diberikan konteks tambahan karena dianggap tidak melanggar kebijakan perusahaan.

Kritik terhadap hubungan Zuckerberg dan Trump juga datang dari Roger McNamee, pemodal ventura yang juga investor awal Facebook. Kepada The New York Times, McNamee mengatakan ia percaya keduanya memiliki perjanjian dalam bentuk tertentu, yang mungkin tidak eksplisit tapi saling menguntungkan.

"Ini pada dasarnya tentang memberikan Facebook kendali bebas dan perlindungan dari regulasi. Trump membutuhkan ibu jari Facebook di timbangan untuk memenangkan pemilu ini," kata McNamee.

Untuk mendukung klaim McNamee, NYT melaporkan bahwa investigasi anti-kompetisi yang dipimpin Departemen Kehakiman kepada beberapa perusahaan teknologi akan lebih lunak begitu menyasar Facebook.

Zuckerberg juga menegaskan ia tidak pernah memiliki perjanjian dengan Trump karena pernah berselisih paham dengan kebijakan Gedung Putih tentang kebijakan imigrasi dan perubahan iklim.

Pria berusia 36 tahun ini juga membela partisipasinya saat mengikuti makan malam di Gedung Putih dengan Trump. Ia mengatakan sebagai CEO Facebook sudah wajar baginya untuk bertemu kepala negara.

"Saya menerima undangan untuk makan malam karena saya sedang di kota dan dia adalah Presiden Amerika Serikat," kata Zuckerberg.

"Fakta bahwa saya bertemu dengan kepala negara harusnya tidak mengejutkan, dan tidak menandakan kita memiliki perjanjian," sambungnya.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)