Rabu, 11 Sep 2019 18:47 WIB

Julukan 'Mr Crack' BJ Habibie berkat Karya Besarnya di Dunia Teknologi

Tim - detikInet
Julukan BJ Habibie berkat Karya Besarnya di Dunia Teknologi. (Foto: Edi Wahyono) Julukan BJ Habibie berkat Karya Besarnya di Dunia Teknologi. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta - Presiden ketiga RI BJ Habibie meninggal dunia. Di antara hal-hal yang diwariskan BJ Habibie adalah karya besarnya di dunia teknologi, khususnya penerbangan, yang juga terkait dengan julukan apresiatif buat dirinya.

Semasa hidupnya, BJ Habibie di antaranya identik dengan julukan Bapak Teknologi. Alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Jerman itu memang dikenal sebagai salah satu anak bangsa dengan pencapaian luar biasa di bidang tersebut.

Pria yang menjabat posisi Menteri Riset dan Teknologi pada periode 29 Maret 1978 - 16 Maret 1998 ini juga menorehkan sejumlah karya besar yang diakui oleh dunia. Yang pertama adalah pencapaiannya membidani kelahiran N-250 Gatotkaca, pesawat pertama Indonesia yang melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995.




Pesawat N-250, dengan penggunaan huruf "N" memiliki makna nusantara, adalah pesawat sipil yang dirancang oleh IPTN yang sekarang dikenal dengan PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Indonesia Aerospac.

Karya besar lain dari mendiang BJ Habibie adalah Teori Crack Propagation, sebuah solusi untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi pada badan pesawat. Keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang memunculkan julukan BJ Habibie yang lain yakni Mr. Crack.




Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, kemungkinan keretakan konstruksi diantisipasi dengan dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF), semisal dengan meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan yang bikin material yang diperlukan jadi lebih berat. Setelah titik crack bisa dihitung, derajat SF pun bisa diturunkan.

Walhasil, BJ Habibie berkontribusi meringankan bobot pesawat kosong (tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari sebelumnya. Angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah material komposit disusupkan ke dalam tubuh pesawat.

Kiprah BJ Habibie di dunia teknologi kian nyata lewat rancangan DO-31, pesawat transportasi berbaling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Rancangan itu dibeli oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).




Simak Video "Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com