Selasa, 29 Jan 2019 07:30 WIB

Seperti Mobil Otonom, Skuter Elektrik Juga Rentan Kecelakaan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Pengguna skuter elektrik di California, Amerika Serikat. Foto: Mario Tama/Getty Images Pengguna skuter elektrik di California, Amerika Serikat. Foto: Mario Tama/Getty Images
Jakarta - Mobil otonom bukan satu-satunya moda transportasi berbasis teknologi yang menyebabkan sejumlah kasus kecelakaan di jalan. Ternyata, bisnis penyewaan skuter elektrik secara tidak langsung juga memunculkan isu yang sama.

Para peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa terdapat 249 orang yang membutuhkan penanganan medis dari kecelakaan yang melibatkan skuter di dalamnya, dengan 1/3 korban diangkut ambulans untuk sampai di rumah sakit. Dalam menemukannya, mereka menghimpun data dari 1 September 2017 hingga 31 Agustus 2018.


"Cedera yang dihasilkan bisa jadi parah. Ini bukan cuma luka atau goresan pada kulit. Beberapa di antaranya ada yang benar-benar mengalami patah tulang," kata Dr. Tarak Trivedi yang memimpin tim peneliti dalam membuat laporan ini.

Lebih lanjut, para peneliti UCLA menemukan bahwa 74% korban mengalami cedera akibat terjatuh, sedangkan 10% di antaranya kecelakaan akibat menabrak objek. Kebanyakan korban merupakan pengendara skuter, namun ada 8% dari mereka yang sejatinya pejalan kaki, entah itu tertabrak atau terserempet.

Dari cedera yang ada, 40% di antaranya merupakan trauma di kepala, 32% adalah patah tulang, dan sisanya gabungan antara luka, terkilir, serta memar. Para dokter mengatakan hanya 4% mengenakan helm dari pengendara yang mengalami kecelakaan.

"Ini merupakan tingkat pemakaian helm yang sangat rendah. Melaju secepat 15 mph (sekitar 24 kilometer per jam) tanpa helm tentu menjadi perhatian tersendiri," ujar Trivedi.

Mengenai hal tersebut, Bird dan Lime sebagai sesama penyedia layanan sewa skuter di AS, mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan tips keamanan dalam berkendara dan menyarankan untuk menggunakan helm. Walau demikian, keduanya tidak menjadikan pengunaan helm sebagai kewajiban.

Di samping itu, Bird kecewa lantaran tidak diajak berkolaborasi oleh UCLA dalam pembuatan laporan tersebut. Paul Steely White, Director of Policy and Advocacy Bird, mengatakan laporan itu tidak menampilkan seluruh perjalanan menggunakan skuter elektrik.

"Jumlah kecelakaan yang dilaporkan bisa saja hanya 1% dari seluruh perjalanan menggunakan skuter elektrik," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari Cnet, Selasa (29/1/2018).

Menanggapi hal tersebut, Trivedi mengatakan bahwa pihaknya hanya ingin memberikan pencerahan mengenai isu tersebut. Hal ini terkait dengan keamanan berkendara menggunakan skuter elektrik.


Skuter elektrik memang jadi moda transportasi yang sedang cukup populer di Negeri Paman Sam. Sekitar 100 kota di Amerika Serikat sudah terjamah layanan tersebut, dengan hampir selusin penyedia penyewaan skuter elektrik.

Semoga, kecelakaan tidak menjadi momok yang sama di Jakarta. Pasalnya, pada akhir tahun lalu, warga Jakarta baru kedatangan Migo, penyedia jasa peminjaman sepeda listrik yang terlebih dahulu hadir di Surabaya 2017 silam.




Tonton juga video saat Mobil Otonom Uber Tabrak Pejalan Kaki:

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed