Bos Binance: Kripto Jangan Dilawan, Lebih Baik Diatur

Bos Binance: Kripto Jangan Dilawan, Lebih Baik Diatur

ADVERTISEMENT

Bos Binance: Kripto Jangan Dilawan, Lebih Baik Diatur

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 14:30 WIB
Changpeng Zhao (CZ) di B20 Summit 2022
CEO Binance Changpeng Zhao. Foto: Dok. Binance
Jakarta -

CEO Binance Changpeng Zhao menyebut sektor kripto sebaiknya jangan dilarang dan lebih baik diberi regulasi khusus karena mata uang digital kini sudah semakin banyak.

Regulasi terhadap mata uang kripto belakangan ramai menjadi perbincangan, terutama setelah bangkrutnya perusahaan penukaran kripto FTX, di mana Sam Bankman Fried -- pemilik FTX -- kehilangan harga sebesar Rp 246 triliun.

"Saya pikir banyak pemerintahan kini sudah mengerti kalau adopsi (kripto) bagaimana pun akan tetap terjadi. Jadi lebih baik untuk meregulasi industri ketimbang melawannya," jelas CZ, sapaan Changpeng, di acara Binance yang digelar di Yunani.

Dunia kripto menjadi sorotan kembali setelah FTX, tempat penukaran kripto, mendaftarkan kebangkrutannya di Amerika Serikat pada 11 November lalu. Langkah itu mereka ambil setelah para trader menarik USD 6 miliar dari platform tersebut dalam kurun waktu tiga hari.

Binance, perusahaan yang bisnisnya mirip dengan FTX, awalnya berniat untuk membeli FTX. Akan tetapi mendadak mereka membatalkannya dan menjual aset digital FTT yang dikeluarkan FTX. Hal ini menimbulkan kepanikan di mana banyak pengguna FTX serentak mengambil deposit FTX yang memicu perusahaan itu kolaps.

Seperti dikutip detikINET dari NY Post, Zhao menyebut Bankman menyalahgunakan uang dari para konsumen. "Sam tahu bahwa dia menggunakan dana dari pengguna untuk melakukan trading untuk Alameda," cetus CZ.

Ia merujuk pada Alameda Research, perusahaan yang dijalankan pacar Bankman, Caroline Ellison. "Saya kaget, saya tidak tahu bahwa dia telah berbohong pada setiap orang," kata Zhao.

Jadi, FTX menggunakan uang yang disetor para penggunanya untuk melakukan trading melalui Alameda Research yang berisiko tinggi. CZ mengetahui borok itu setelah perusahaannya, Binance, meneliti keuangan FTX.

Namun CZ tetap yakin kalau industri kripto akan bisa pulih setelah didera berbagai masalah beberapa waktu belakangan, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (28/11/2022).

"(Tahun ini) adalah tahun yang sangat mengerikan, terlalu banyak hal buruk yang terjadi selama dua bulan ke belakang. Saya pikir kini kita bisa melihat industri ini lebih sehat...hanya karena (masalah) FTX terjadi ini bukan berarti bisnis lainnya juga buruk," tambah CZ.

Ia pun memprediksi akan ada beberapa negara yang mulai menyimpan mata uang kripto seperti Bitcoin sebagai cadangan negara. Terutama negara kecil yang tidak mempunyai mata uangnya sendiri.

"Saya pikir akan dimulai dari negara kecil," jelasnya.



Simak Video "YG Entertainment Masuk Dunia Metaverse Gandeng Binance"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT