Situasi pasar PC dan kartu grafis global kian tertekan akibat krisis pasokan memori. Lonjakan permintaan dari perusahaan AI dan pembangunan data center membuat kapasitas produksi DRAM, NAND, hingga HBM dilaporkan sudah habis dipesan jauh hari.
Dampaknya tidak hanya terasa pada RAM dan SSD, tetapi juga merembet ke kartu grafis karena memori GDDR berbagi jalur produksi dengan jenis DRAM lain, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (13/1/2026).
Kondisi ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama molornya peluncuran GPU generasi berikutnya. Nvidia RTX 6000, yang digadang-gadang sebagai penerus RTX 5000, kini dirumorkan baru akan meluncur pada paruh kedua 2027. Jika benar, jarak antar generasi GPU Nvidia akan mencapai sekitar 30 bulan, terpanjang dalam era modern kartu grafis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, Nvidia mengisi jeda antar generasi dengan seri RTX Super. Namun krisis memori membuat rencana tersebut terganggu. Seri RTX 5000 Super dilaporkan ditunda tanpa batas waktu karena biaya memori yang terlalu tinggi, serta minimnya tekanan kompetisi di pasar. AMD sendiri diperkirakan belum akan merilis GPU konsumen baru hingga 2027.
Rumor terbaru datang dari leaker veteran Kepler_L2 yang menyebutkan bahwa AMD justru akan meluncurkan GPU konsumen berbasis RDNA 5 setelah Nvidia merilis RTX 6000, juga pada paruh kedua 2027. Menurutnya, strategi ini berkaitan erat dengan margin keuntungan Nvidia yang besar, sehingga perusahaan tersebut dinilai mampu dengan mudah menyesuaikan harga untuk menekan produk pesaing.
RDNA 5 sendiri dirumorkan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi TSMC N3P, yang berpotensi menghadirkan peningkatan efisiensi dan performa dibanding RDNA 4. GPU flagship RDNA 5 disebut-sebut akan memiliki ukuran die jauh lebih besar, dengan hingga 96 compute unit atau setara 12.288 core.
Selain itu, AMD juga dikabarkan menyiapkan fitur hardware baru untuk meningkatkan performa ray tracing dan rendering berbasis AI. Bahkan, ada spekulasi bahwa kali ini AMD akan kembali mencoba bersaing di segmen kelas atas, termasuk melawan GPU flagship Nvidia seperti RTX 6090.
Jika rumor-rumor ini akurat, pasar GPU konsumen tampaknya masih harus menunggu cukup lama untuk melihat persaingan generasi baru, di tengah krisis memori yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
(asj/asj)

