Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Nvidia Tunda RTX 5000 Super, Krisis Memori dan Minim Rival

Nvidia Tunda RTX 5000 Super, Krisis Memori dan Minim Rival


Anggoro Suryo - detikInet

Nvidia RTX 50 series
Ilustrasi Nvidia RTX 5000. Foto: Nvidia
Jakarta -

Nvidia dikabarkan menunda peluncuran lini kartu grafis RTX 5000 Super. Informasi ini menjelaskan mengapa Nvidia tidak mengumumkan seri Super dalam ajang CES 2026, meski sebelumnya banyak pihak memprediksi peluncurannya akan mengikuti pola RTX 4000 Super.

Berdasarkan laporan dari Board Channels yang mengutip sumber industri, keputusan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, dengan krisis pasokan memori global sebagai alasan utama.

Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) disebut telah mengganggu ketersediaan VRAM, khususnya GDDR7, sekaligus mendorong kenaikan harga, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, RTX 5000 Super disebut-sebut akan hadir dengan peningkatan kapasitas VRAM hingga 50% dibanding model standar. Namun, situasi industri yang berubah membuat rencana tersebut sulit direalisasikan. Bahkan pada November lalu, sempat muncul rumor bahwa lini RTX 5000 Super dibatalkan sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

Selain masalah memori, Nvidia juga memprioritaskan kapasitas produksi untuk GPU AI yang menawarkan margin keuntungan jauh lebih tinggi dibanding kartu grafis konsumen. Hal ini tercermin dari langkah Nvidia mempercepat peluncuran sistem server Vera Rubin, yang kini dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026, lebih cepat dari rencana awal.

Dalam sesi tanya jawab di CES 2026, CEO Nvidia Jensen Huang sempat menyebut kemungkinan menghidupkan kembali produksi GPU generasi lama berbasis node manufaktur lawas sebagai salah satu cara meredakan tekanan pasokan. Opsi ini memunculkan kembali spekulasi soal produksi ulang RTX 3060, kartu grafis populer yang masih menggunakan memori GDDR6.

Faktor lain yang dinilai tak kalah penting adalah minimnya tekanan kompetitif dari AMD. Menurut sumber Board Channels, AMD tidak memiliki rencana meluncurkan GPU konsumen baru sepanjang 2026. Kartu grafis berbasis arsitektur RDNA 5 diperkirakan baru akan hadir pada paruh kedua 2027. Kondisi ini membuat RTX 5000 non-Super dinilai masih cukup kompetitif di pasar tanpa perlu penyegaran produk.

Di sisi lain, Nvidia juga diyakini mulai mengalihkan fokus ke generasi berikutnya. Sejumlah rumor menyebut seri RTX 6000 berpotensi meluncur pada paruh kedua 2027. Jika RTX 5000 Super dirilis terlalu dekat dengan generasi baru tersebut, Nvidia berisiko membuat konsumen menahan pembelian.




(asj/fay)







Hide Ads