Es di Greenland mencair dengan cepat, bukan hanya akan berakibat pada perubahan iklim, tetapi juga memengaruhi geopolitik global. Wilayah yang selama ribuan tahun tertutup es kini membuka jalur laut baru dan memperlihatkan daratan yang sebelumnya tersembunyi. Kondisi ini menarik perhatian kekuatan besar dunia, termasuk Donald Trump.
Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar peluang strategis, melainkan juga membawa konsekuensi serius terhadap ekologi, budaya, dan iklim global. Penulis isu iklim Frederick Hewett menyebutkan bahwa es yang menjadi elemen utama ekosistem Greenland kini terus menyusut akibat pemanasan global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dapat dipastikan para ilmuwan adalah bahwa es Greenland mencair akibat pemanasan global, dan konsekuensinya bergema layaknya raungan besar gletser yang pecah," tulis Hewett, seperti dikutip dari WBUR.
Mencairnya es bukan hanya mengubah lanskap, tetapi juga berdampak langsung pada laut, satwa liar, serta kehidupan masyarakat adat Inuit yang tradisinya sangat bergantung pada keberadaan es.
Tantangan Baru
Saat es mencair, jalur laut di sekitar Greenland, terutama Northwest Passage, menjadi lebih mudah dilayari. Hal ini membuka potensi rute pelayaran global yang lebih pendek dan efisien. Namun menurut Hewett, kondisi tersebut juga meningkatkan tekanan geopolitik karena negara negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia mulai memandang kawasan ini dari sudut ekonomi dan militer.
Selain itu, daratan yang muncul dari balik es menunjukkan keberadaan mineral berharga, termasuk logam kritis dan elemen tanah jarang yang penting bagi teknologi modern seperti kendaraan listrik dan turbin angin. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa potensi tersebut tidak serta merta menjadikan Greenland sebagai tambang raksasa.
Memengaruhi Seluruh Dunia
Pencairan es Greenland menjadi salah satu kontributor utama kenaikan permukaan laut global, bahkan dalam skenario emisi gas rumah kaca yang relatif moderat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Arktik, tetapi juga mengancam kota kota pesisir dan populasi di berbagai belahan dunia.
"Perubahan iklim mempercepat penurunan es di daratan dan laut di sekitar Greenland, sehingga pulau ini berubah menjadi pemain kunci dalam geopolitik," tulis Hewett.
Bagi para ilmuwan, Greenland bukan sekadar wilayah yang dilirik karena sumber daya atau posisi strategisnya. Pulau ini merupakan indikator penting perubahan iklim global, sebuah laboratorium alami yang menunjukkan bagaimana pemanasan Bumi secara langsung membentuk ulang lingkungan, masyarakat, dan geopolitik abad ke 21.
(rns/rns)