Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Diserang AS-Israel, Ini Senjata Mengerikan Milik Iran

Diserang AS-Israel, Ini Senjata Mengerikan Milik Iran


Aisyah Kamaliah - detikInet

Iranian President Masoud Pezeshkian speaks during a meeting in Ilam, Iran, June 12, 2025. Irans Presidential website/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Iran's Presidential website/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Jakarta -

Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior, Teheran segera merespons.

Iran mengatakan pembalasannya menargetkan Israel dan situs militer yang terkait dengan AS di seluruh wilayah, termasuk di negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan akan membalas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior lainnya sebagai 'tugas dan hak sah' negara tersebut.

Di tengah sorotan kemampuan militer dan senjata Amerika Serikat, sebenarnya Iran juga mempunyai senjata yang tak kalah gahar dan mengerikan. Itu termasuk rudal balistik yang ada dalam jarak pendek sampai yang lebih jauh. Berikut ini senjata yang dimiliki Iran, dikutip detikINET dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Senjata Iran

Kekuatan rudal Iran sangat penting dalam cara mereka berperang dan memberi sinyal. Analis pertahanan menggambarkannya sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, mencakup rudal balistik dan rudal jelajah. Rudal tersebut dirancang untuk memberi Iran jangkauan bahkan tanpa angkatan udara modern.

Para pejabat Iran menganggap program rudal negara itu sebagai tulang punggung pencegahan, sebagian karena angkatan udara bergantung pada pesawat yang sudah tua.

Rudal balistik Iran dengan jangkauan terjauh dapat menempuh jarak antara 2.000 km hingga 2.500 km. Itu berarti rudal-rudal ini dapat mencapai Israel, pangkalan-pangkalan yang terkait dengan AS di seluruh Teluk dan sebagian besar wilayah yang lebih luas.

Di tengah sorotan kemampuan militer dan senjata Amerika Serikat, sebenarnya Iran juga mempunyai senjata yang tak kalah gahar dan mengerikan. Itu termasuk rudal balistik yang ada dalam jarak pendek sampai jauh. Berikut ini senjata yang dimiliki Iran.Di tengah sorotan kemampuan militer dan senjata Amerika Serikat, sebenarnya Iran juga mempunyai senjata yang tak kalah gahar dan mengerikan. Itu termasuk rudal balistik yang ada dalam jarak pendek sampai jauh. Berikut ini senjata yang dimiliki Iran. Foto: Al Jazeera

Rudal jarak pendek

Rudal balistik jarak pendek milik Iran memiliki kemampuan terbang hingga 150-800 km. Rudal ini dirancang untuk target militer terdekat dan serangan regional yang cepat.

Sistem inti termasuk varian Fateh: Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal Shahab-1/2 yang lebih tua. Rudal-rudal ini dapat diluncurkan secara beruntun, memperpendek waktu peringatan dan mempersulit serangan pendahuluan.

Iran menggunakan taktik ini pada Januari 2020, menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak setelah AS membunuh Qassem Soleimani, jenderal paling terkenal di negara itu. Serangan itu merusak infrastruktur dan menyebabkan lebih dari 100 personel AS mengalami cedera otak traumatis.


Rudal jarak menengah

Jika rudal jarak pendek adalah jawaban cepat Iran, rudal balistik jarak menengah (sekitar 1.500-2.000 km) adalah yang game changer. Sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, dan Sejjil mendukung kemampuan Iran untuk menyerang lebih jauh, bersama dengan desain yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem.

Sejjil menonjol sebagai sistem berbahan bakar padat, yang umumnya memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat daripada rudal berbahan bakar cair. Ini akan menguntungkan apabila Iran dapat memperkirakan serangan yang akan datang dan membutuhkan opsi bertahan dan responsif.

Secara keseluruhan, rudal jarak menengah ini menempatkan Israel dan sejumlah besar fasilitas yang terkait dengan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dalam jangkauan, memperluas daftar target Iran dan paparan kawasan tersebut.

Rudal jelajah dan drone

Rudal jelajah terbang rendah, dapat mengikuti kontur medan, dan seringkali lebih sulit dideteksi dan dilacak. Apalagi ketika diluncurkan bersamaan dengan drone atau salvo balistik yang dirancang untuk membebani pertahanan udara.

Iran secara luas dinilai memiliki rudal jelajah serang darat dan anti-kapal, seperti Soumar, Ya-Ali, varian Quds, Hoveyzeh, Paveh, dan Ra'ad. Soumar memiliki jangkauan 2.500 km.

Drone menambah tekanan lain lagi. Meski lebih lambat daripada rudal, drone lebih murah dan lebih mudah diluncurkan dalam jumlah besar. Drone dapat digunakan dalam gelombang berulang untuk melemahkan pertahanan udara dan membuat bandara, pelabuhan, dan lokasi energi tetap siaga selama berjam-jam. Analis mengatakan taktik saturasi ini kemungkinan akan lebih menonjol jika konfrontasi semakin dalam.

'Kota rudal' bawah tanah

Jumlah rudal memang penting, tetapi dalam konfrontasi yang berkelanjutan, pertanyaan kuncinya adalah berapa lama Iran dapat terus menembak meski diserang terus?

Teheran telah menghabiskan bertahun-tahun memperkuat sebagian programnya di terowongan penyimpanan bawah tanah, pangkalan tersembunyi, dan lokasi peluncuran yang terlindungi di seluruh negeri. Ini akan menguntungkan Iran dalam bertahan sekaligus menyusun strategi selanjutnya.




(ask/rns)






Hide Ads