Elon Musk Ancam Pecat Manajer yang Tak Awasi Bawahan

Elon Musk Ancam Pecat Manajer yang Tak Awasi Bawahan

ADVERTISEMENT

Elon Musk Ancam Pecat Manajer yang Tak Awasi Bawahan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 19 Nov 2022 06:14 WIB
Untuk membeli perusahaan media sosial tersebut, Musk akan menyelesaikan kesepakatan senilai $44 miliar.
Elon Musk Ancam Pecat Manajer yang Tak Awasi Bawahan. Foto: Getty Images/Justin Sullivan
Jakarta -

Pecat, pecat dan pecat. Itulah ancaman yang sudah berulangkali dilontarkan Elon Musk usai menguasai Twitter. Terbaru, orang terkaya di dunia itu mengancam akan memecat manajer yang tidak mengawasi anak buahnya dengan benar.

Berkaitan dengan kewajiban work from office, manajer harus benar-benar memastikan pegawai datang dan juga melakukan pekerjaan yang luar biasa. Selain itu, karyawan yang remote, harus tetap ada pertemuan di kantor setidaknya sekali dalam sebulan.

"Terkait dengan kerja remote, yang diperlukan untuk persetujuan adalah bahwa manajer bertanggung jawab untuk memastikan kalian memberi kontribusi yang sangat baik. Kalian juga diharapkan bertemu langsung dengan kolega, idealnya setiap minggu, tetapi tidak kurang dari sekali per bulan," tulis Elon Musk di email.

Musk lalu mengancam manajer yang tak menegakkan pedomannya. "Manajer mana pun yang secara keliru mengklaim seseorang yang melapor kepada mereka melakukan pekerjaan sangat baik atau bahwa peran yang diberikan itu penting, baik jarak jauh atau tidak, akan dikeluarkan dari perusahaan," tambahnya, dikutip detikINET dari CNBC.

Tidak dijelaskan olehnya bagaimana ukuran bisa bekerja sangat baik itu. Sebelumnya, karyawan Twitter telah banyak yang resign gara-gara diwajibkan oleh Elon Musk untuk bekerja dalam waktu lama dan intens atau keluar saja. Ternyata tak sedikit yang memilih pilihan kedua.

Gelombang karyawan yang resign memaksa Twitter menutup kantor di seluruh dunia, sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

"Hi, kami menutup sementara seluruh bangunan kantor dan seluruh akses akan ditangguhkan. Kantor akan buka kembali pada Senin, 21 November," demikian pengumuman dari Twitter saat terjadi gelombang resign.



Simak Video "Elon Musk Diancam Eks Karyawan Twitter Bakal Dipidanakan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT