Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Langit Pun Tak Berpihak, Migrasi Burung Ganggu Jet Tempur Israel

Langit Pun Tak Berpihak, Migrasi Burung Ganggu Jet Tempur Israel


Aisyah Kamaliah - detikInet

A screengrab shows an Israeli Air Force plane, which the Israeli army says is departing to carry out strikes on Iran, from a handout video released on October 26, 2024. (Reuters)
Jet tempur Israel. Foto: Reuters
Jakarta -

Di tengah perang Iran-Israel yang sedang sengit-sengitnya, langit pun seakan tak berpihak kepada Israel. Jutaan burung bermigrasi dan ganggu pilot pesawat tempur yang dikendarai pilot angkatan udara Israel.

Bukan mendadak, migrasi burung memang terjadi setidaknya dua kali setahun di kawasan sana. Selama bulan Maret dan April, area yang diakui Israel merupakan salah satu titik koridor krusial dalam migrasi burung. Sebanyak ratusan juta burung terbang jauh dari Afrika ke Eropa dan barat Asia.

Melansir JFeed, Kamis (12/3/2026), meskipun ini adalah fenomena alam yang berulang, pengamat profesional dan pejabat militer memperingatkan bahwa volume lalu lintas burung yang sangat besar menciptakan bahaya signifikan bagi operasi tempur. Kawanan besar burung bangau, pelikan, dan derek saat ini berbagi wilayah udara yang sama dengan jet tempur dan helikopter serang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Akibatnya, muncul kekhawatiran akan tabrakan di udara dengan kecepatan tinggi yang dapat berakibat fatal bagi pilot. Tabrakan ini juga dapat menghancurkan peralatan militer yang mahal.

Tabrakan dengan burung besar pada kecepatan tempur dapat menyebabkan kerusakan parah pada mesin pesawat atau kanopi kokpit. Untuk mengurangi risiko ini, AU Israel telah menggunakan prosedur khusus selama beberapa dekade untuk menghindari jalur migrasi yang ramai selama musim transisi.

Selain bahaya fisik bagi pesawat, migrasi ini juga menimbulkan kekacauan pada sensor pertahanan udara. Burung-burung besar sering muncul di layar radar sebagai objek mencurigakan, dan dalam ketegangan perang saat ini, mereka dapat disalahartikan sebagai drone musuh atau rudal yang terbang rendah.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa kasus di mana tembakan anti-pesawat secara keliru diarahkan ke kawanan burung setelah mereka salah diidentifikasi sebagai UAV musuh. Ini menciptakan risiko ganda, membuang amunisi pencegat yang mahal dan menempatkan burung-burung itu sendiri dalam garis tembak.

Kelompok pemantauan yang bekerja sama dengan AU Israel saat ini memberikan peringatan waktu nyata tentang pergerakan kawanan besar untuk membantu operator membedakan antara migrasi alami dan ancaman musuh.




(ask/ask)




Hide Ads