Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
4G Telkomsel Tembus 97% Populasi RI, 5G Diperluas Hingga 2026

4G Telkomsel Tembus 97% Populasi RI, 5G Diperluas Hingga 2026


Agus Tri Haryanto - detikInet

5G Telkomsel
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Telkomsel mengungkap perluasan jaringan 4G dan 5G sebagai komitmen memperkuat serta pemerataan akses internet nasional.

Hal ini sejalan dengan sasaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menargetkan rasio cakupan sinyal minimal 4G mencapai 97,50% pada 2026.

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa hingga saat ini jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97 persen populasi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga saat ini, Telkomsel telah membangun pemerataan jaringan 4G secara masif di Indonesia. Berdasarkan data yang pernah dipublikasikan, jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97 persen populasi Indonesia, sejalan dengan capaian nasional," ujar Fahmi dikutip dari pernyataan tertulis kepada detikINET, Jumat (23/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, Telkomsel mengoperasikan ratusan ribu BTS di seluruh Indonesia, dengan mayoritas merupakan BTS 4G yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Fokus Penguatan 4G hingga 2026

Ke depan hingga akhir 2026, Telkomsel akan tetap menjadikan penguatan jaringan 4G sebagai prioritas utama, terutama di area permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta jalur mobilitas dengan trafik tinggi.

"Telkomsel akan terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan 4G, termasuk peningkatan keandalan dan kecepatan akses untuk menjaga pengalaman pelanggan," kata Fahmi.

Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari dukungan Telkomsel terhadap target pemerintah dalam mencapai rasio cakupan 4G nasional minimal 97,5 persen melalui optimalisasi jaringan eksisting dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

5G Sudah Hadir di 80 Lebih Kota

Selain 4G, Telkomsel juga terus mengembangkan jaringan 5G secara bertahap dan terukur. Saat ini, jaringan 5G Telkomsel telah beroperasi secara komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5.000 BTS 5G.

"Implementasi 5G dilakukan secara selektif, sejalan dengan kesiapan ekosistem perangkat, kebutuhan pasar, dan ketersediaan spektrum," ujar Fahmi.

Hingga akhir 2026, Telkomsel menargetkan perluasan cakupan 5G yang bersifat contiguous di kota-kota besar, serta penguatan jaringan di kawasan industri, bisnis, dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Telkomsel juga mendorong pemanfaatan 5G untuk berbagai use case di segmen enterprise dan sektor industri, mulai dari manufaktur, pertambangan, logistik, hingga smart city, transportasi, dan pariwisata.

"Selain perluasan jaringan, kami aktif mendorong kolaborasi lintas sektor agar 5G memberikan manfaat nyata, baik bagi pelanggan ritel maupun korporasi," tambahnya.

Menanggapi rencana Komdigi untuk mendorong paket internet yang semakin terjangkau, Fahmi menyatakan Telkomsel menyambut baik arah kebijakan tersebut.

"Telkomsel menyambut baik upaya Komdigi dalam mendorong peningkatan keterjangkauan layanan broadband bagi masyarakat," ucapnya.

Harga Layanan Internet

Ia menilai, berdasarkan berbagai kajian konsultan independen, harga layanan internet bergerak di Indonesia saat ini sudah relatif terjangkau dan kompetitif dibandingkan negara lain, terutama jika dilihat dari rasio harga terhadap pendapatan.

Namun, Fahmi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara harga yang terjangkau, kualitas layanan, dan keberlanjutan investasi.

"Operator seluler terus melakukan efisiensi operasional, modernisasi jaringan, serta pengembangan paket data yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan pelanggan," jelasnya.

Ke depan, Telkomsel berharap adanya sinergi kebijakan yang berkelanjutan antara pemerintah dan industri, termasuk dukungan untuk menciptakan struktur biaya industri yang lebih efisien.

"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, operator dapat terus memperluas jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan harga yang semakin inklusif bagi masyarakat," kata Fahmi.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan industri menjadi kunci untuk mewujudkan layanan broadband yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.




(agt/fay)





Hide Ads