Investor Ajak Startup Cari Formula Model Bisnis yang Jitu

Investor Ajak Startup Cari Formula Model Bisnis yang Jitu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 06 Jun 2022 12:42 WIB
Telkomsel kembali menggelontorkan pendanaan ke kantong Gojek dengan jumlah besar. Secara total operator seluler ini menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek.
Ilustrasi (Foto: Telkomsel)
Jakarta -

Dunia startup saat ini sedang limbung diterpa gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebagai salah satu investor, apa strategi Telkomsel menghadapi persoalan tersebut?

Telkomsel sendiri tidak hanya melakukan pembinaan terhadap startup saja, tetapi juga menyuntik dana segar, seperti ke GoTo yang merupakan induk dari Gojek dan Tokopedia. Bahkan, operator seluler ini punya modal ventura bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TIM).

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, mengatakan kondisi bisnis para pelaku startup saat ini harus diakui sangat terdampak perubahan kondisi perekonomian secara global.

"Telkomsel melihat kondisi ini sebagai tantangan yang harus dihadapi, terutama sebagai upaya untuk beradaptasi dan bangkit dari dampak pandemi COVID-19 yang sangat mempengaruhi dinamika perekonomian global di berbagai sektor," ujar Saki dalam pernyataannya, Senin (6/6/2022).

Sebagai bagian dari digital ecosystem enabler, Saki mengungkapkan bahwa Telkomsel berharap para pelaku startup dapat terus berinovasi, terutama dalam beradaptasi di tengah tantangan yang ada, dan dengan cepat dapat menemukan solusi untuk formula model bisnis yang sesuai dengan perubahan ekosistem gaya digital serta perkembangan ekonomi dunia yang semakin dinamis.

"Telkomsel selain memperluas portofolio bisnis digital dengan melakukan strategic investment, juga membangun ekosistem digital sendiri yang diharapkan dapat mendorong sinergy value untuk mengolaborasikan berbagai value creation dengan saling memanfaatkan keunggulan aset yang dimiliki," tutur dia.

Selain itu, Telkomsel secara konsisten telah merintis berbagai inisiatif sebagai wadah yang dapat menjadi penyokong ekosistem digital Indonesia dan dapat membuka peluang pengembangan bisnis perseroan untuk menciptakan new revenue generator beyond connectivity, yakni The NextDev yang berfokus sebagai talent scouting dan pengembangan tahap awal startup digital yang berorientasi pada social impact.

Kemudian, Telkomsel Innovation Center (TINC) sebagai wadah untuk berakselerasi dan dikomersialisasi bersama Telkomsel, di mana TINC memfokuskan pencariannya terhadap startup pre-series yang dapat bersinergi dengan bisnis digital milik Telkomsel.

Dan, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) berfokus pada strategic investment melalui dukungan pendanaan serta pemberdayaan dengan mengedepankan synergy value yang berfokus pada kemitraan jangka panjang, serta INDICO sebagai holding company yang menaungi beberapa anak perusahaan dari emerging portofolio bisnis vertikal Telkomsel di sektor digital, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sinergi seluruh keunggulan ekosistem aset yang dimiliki Telkomsel.

[Gambas:Youtube]



(agt/fay)