Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Desas-desus Telegram Bakal Diblokir di Rusia, Kapan?

Desas-desus Telegram Bakal Diblokir di Rusia, Kapan?


Aisyah Kamaliah - detikInet

LONDON, ENGLAND - MAY 25:  A close-up view of the Telegram messaging app is seen on a smart phone on May 25, 2017 in London, England. Telegram, an encrypted messaging app, has been used as a secure communications tool by Islamic State. (Photo by Carl Court/Getty Images)
Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta -

Desas-desus menyatakan bahwa Telegram akan segera diblokir di Rusia. Kemungkinan paling cepat adalah pada 1 April 2026. Informasi ini didapatkan dari media yang berafiliasi dengan Kremlin dan saluran Telegram.

Menurut laporan tersebut, Telegram akan sepenuhnya diblokir di seluruh negeri dan aplikasi tersebut tidak akan dapat diunduh melalui jaringan seluler maupun sistem internet tetap. Prospek tersebut terang memicu gelombang kritik dari pendukung Kremlin terhadap pemerintah dalam empat tahun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina.

Duma Negara Rusia, yang sepenuhnya bersekutu dengan Kremlin, menyebut laporan tersebut 'palsu' dan 'omong kosong'. Mereka juga mengatakan bahwa peringatan tersebut terlalu dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun, para pejabat Duma tidak secara langsung membantah klaim tersebut. Sementara itu, pengguna Telegram telah mengalami perlambatan yang signifikan pada aplikasi pesan populer tersebut sejak musim panas lalu.

Melansir Euro News, pada 10 Februari, badan pengawas media Rusia Roskomnadzo mengumumkan putaran pembatasan lain. Mereka menjelaskan langkah-langkah tersebut dengan mengatakan bahwa Telegram melanggar hukum federal, menerbitkan konten ilegal, dan membuka platform bagi dinas intelijen Barat.

Pada saat yang sama, otoritas Rusia memperingatkan bahwa pembatasan akan tetap berlaku jika Telegram tidak menempatkan server di negara tersebut dan tidak memenuhi undang-undang Rusia.

Sergei Boyarsky, ketua Komite Kebijakan Informasi Duma Negara, mengklaim manajemen Telegram sedang berhubungan dengan Roskomnadzor, tetapi para pengamat percaya bahwa kesepakatan tidak mungkin tercapai.

Lebih lanjut, sumber yang dekat dengan pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan pemblokiran total Telegram tidak dapat dihindari.

Pada tahun 2015, satu tahun setelah invasi awal Rusia ke Ukraina, Moskow memperkenalkan Undang-Undang Lokalisasi Data, yang mengharuskan semua perusahaan, termasuk perusahaan asing, untuk menyimpan dan memproses data pribadi pengguna Rusia di server yang secara fisik berlokasi di Rusia.

Setelah Moskow melancarkan perang habis-habisan terhadap Ukraina pada awal tahun 2022, Kremlin memperketat peraturannya, dan mulai 1 Januari 2026, semua layanan internet diharuskan untuk menyimpan pesan pengguna selama tiga tahun. Mereka pun harus menyerahkannya kepada badan keamanan jika diminta.

Peraturan ini berlaku untuk semua pesan, termasuk audio, video, teks, dan metadata, bahkan jika pengguna telah menghapusnya.

Telegram Tetap Dapat Diakses di Zona Perang

Kemarahan terbesar disuarakan di kalangan militer dan blogosphere pro-perang. DW melaporkan Telegram telah menjadi sumber komunikasi utama selama invasi skala penuh Rusia terhadap Ukraina. Ruang obrolan tertutup dibuat di dalam aplikasi pesan tersebut untuk misi tempur.

Situasi ini juga diperumit oleh fakta bahwa sejak awal Februari, militer Rusia kehilangan kemampuan untuk menggunakan terminal internet satelit Starlink. Hal ini menyebabkan gangguan pada sistem komunikasi.

Saluran militer Rusia mengklaim bahwa masalah utamanya adalah hilangnya interaksi antar unit. Saluran komunikasi yang telah dibangun akan runtuh.

Menteri Pembangunan Digital Maksut Shadayev mengatakan bahwa pihak berwenang belum akan memblokir aplikasi pesan tersebut di garis depan di Ukraina.

Sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina, Rusia secara bertahap memblokir Facebook dan Instagram pada Maret 2022, Signal sekitar Agustus 2024, membatasi sebagian Telegram dan WhatsApp pada Agustus 2025. Kemudian Snapchat dan FaceTime dibatasi pada Desember 2025. Lalu pada Februari 2026, WhatsApp diblokir sepenuhnya.




(ask/rns)







Hide Ads