Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Zuckerberg Dicecar Soal Dampak Buruk Filter Kecantikan di Instagram

Zuckerberg Dicecar Soal Dampak Buruk Filter Kecantikan di Instagram


Fino Yurio Kristo - detikInet

Mark Zuckerberg Bersaksi dalam Sidang Dugaan Kecanduan Media Sosial
Foto: DW (News)
Jakarta -

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan dalam kesaksian di pengadilan, bahwa ia pernah menghubungi CEO Apple Tim Cook untuk membahas kesejahteraan remaja dan anak-anak. Di sisi lain, dia juga dicecar mengenai filter kecantikan di Instagram.

Pernyataan tersebut muncul setelah pengacara pembela Paul Schmidt menunjukkan pertukaran email antara Zuckerberg dan Cook dari bulan Februari 2018. "Saya pikir ada peluang yang bisa dilakukan oleh perusahaan kami dan Apple, dan saya ingin membicarakannya dengan Tim," ujar Zuckerberg yang dikutip detikINET dari BBC, Minggu (22/2/2026).

Pertukaran email itu untuk menunjukkan ke juri Zuckerberg lebih proaktif mengenai keselamatan pengguna muda Instagram dibandingkan yang sebelumnya disajikan di pengadilan oleh pihak penggugat, bahkan bersedia menghubungi perusahaan saingan. "Saya peduli dengan kesejahteraan remaja dan anak-anak yang menggunakan layanan kami," kata Zuckerberg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zuckerberg bersaksi dalam persidangan penting di Pengadilan Tinggi Los Angeles mengenai masalah media sosial. Sebagian dari persidangan berfokus pada dugaan bahaya dari filter digital tertentu yang dinilai mempromosikan operasi plastik, yang sebelumnya juga telah dibahas dalam kesaksian bos Instagram, Adam Mosseri.

Zuckerberg menyebut perusahaannya berkonsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan mengenai penggunaan filter kecantikan di Instagram. Ia didesak mengenai keputusannya mengizinkan fitur tersebut padahal telah mendapat panduan dari para pakar bahwa filter kecantikan berdampak negatif.

ADVERTISEMENT

Ia khusus ditanya tentang studi Universitas Chicago di mana 18 pakar menyatakan filter kecantikan sebagai sebuah fitur membawa dampak buruk bagi gadis remaja. Zuckerberg mengaku melihat masukan tersebut dan mendiskusikannya dengan tim. Keputusannya pada akhirnya bermuara pada kebebasan berekspresi. "Saya benar-benar ingin lebih condong pada memberikan orang-orang kemampuan untuk mengekspresikan diri," katanya.

Persidangan yang dimulai pada akhir Januari ini berpusat pada seorang wanita muda yang mengklaim menjadi kecanduan media sosial dan aplikasi streaming video seperti Instagram dan YouTube.

Pendiri Facebook tersebut menepis anggapan jika peningkatan waktu yang dihabiskan pengguna di Instagram adalah tujuan perusahaan. Para pengacara lalu mengajukan bukti dari Mosseri, yang mencakup target untuk secara aktif meningkatkan waktu keterlibatan harian pengguna di platform jadi 40 menit tahun 2023 dan menjadi 46 menit di 2026.

Zuckerberg membela diri dengan menyebut perusahaan menggunakan pencapaian target tersebut secara internal untuk mengukur performa melawan pesaing. Ia menegaskan bahwa perusahaannya membangun layanan untuk membantu orang-orang terhubung.




(fyk/fay)






Hide Ads