Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tak Cuma F-15E, Pesawat A-10 Amerika Juga Dirontokkan Iran

Tak Cuma F-15E, Pesawat A-10 Amerika Juga Dirontokkan Iran


Fino Yurio Kristo - detikInet

Pesawat A-10
Pesawat A-10 yang ikut rontok di Iran. Foto: Wikipedia
Jakarta -

Pesawat tempur canggih F-15E jatuh di Iran. Bahkan, pasukan Iran mengklaim menembak jatuh dua jet Amerika Serikat sekaligus. Jubir militer Iran mengatakan pertahanan udaranya menghancurkan satu jet F-15 dan pada hari yang sama, militer Iran menyebut sebuah pesawat A-10 AS dijatuhkan.

Tentara Iran mengklaim selain F-15E, sebuah pesawat A-10 menjadi sasaran sistem pertahanan udara terpadu, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB. New York Times mengutip pejabat yang tak disebut namanya mengatakan kru pesawat A-10 selamat setelah 'kecelakaan', namun tak dijelaskan detail insiden yang terjadi.

"Pesawat tempur AS kedua jatuh di wilayah Teluk Persia setelah terkena tembakan Iran dan pilot tunggal berhasil diselamatkan, menurut pejabat AS dan sebuah laporan," tulis media AS, New York Post.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairchild Republic A-10 Thunderbolt II ini, dikenal luas dengan julukan Warthog, adalah pesawat serang subsonik bersayap lurus, bermesin turbofan ganda, dan satu tempat duduk yang dikembangkan Fairchild Republic untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

ADVERTISEMENT

Beroperasi sejak 1977, pesawat ini dinamai berdasarkan pesawat tempur Republic P-47 Thunderbolt dari Perang Dunia II, tapi lebih sering disebut "Warthog". A-10 dirancang memberi dukungan udara jarak dekat ke pasukan darat dengan menyerang kendaraan lapis baja musuh, tank, dan pasukan darat lain.

Sedangkan misi sekunder A-10 antara lain meliputi pencarian dan penyelamatan tempur, dan untuk mengarahkan pesawat lain dalam serangan terhadap target yang berada darat.

Serangan sistem Iran

Adapun nasib setidaknya satu pilot dari kru F-15E yang ditembak jatuh masih belum diketahui. Beberapa media AS melaporkan satu kru jet tersebut ditemukan dan diselamatkan oleh pasukan AS, tapi satu orang lainnya masih hilang.

Media pemerintah di Iran menayangkan foto-foto puing jet F-15 dan apa yang tampak seperti kursi lontar dengan parasut terpasang. Setelah jet ditembak jatuh, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengejek klaim kemenangan yang berulang kali dilontarkan Presiden AS Donald Trump.

"Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang brilian tanpa strategi yang mereka mulai ini sekarang statusnya telah turun dari 'pergantian rezim' menjadi 'Hei! Adakah yang bisa menemukan pilot kami? Tolong?'" tulis Ghalibaf di media sosial.

Pejabat Iran meminta warga mencari dan mewaspadai adanya pasukan AS yang selamat. Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran mengatakan siapa pun yang menangkap kru akan mendapat penghargaan.

Trump dan para ajudan utamanya berulang kali menegaskan AS menghancurkan seluruh sistem pertahanan udara Iran sejak perang dimulai. Namun sepertinya, Iran masih mampu menggertak, bahkan dilaporkan punya sistem baru yang berhasil merontokkan F-15E.

"Pihak Iran selama beberapa hari terakhir, sejak tanggal 19 Maret, menyatakan mereka memperkenalkan sistem baru yang mereka kembangkan setelah perang 12 hari (tahun lalu)," kata Al Jazeera.

Insiden ini menandai pertama kalinya jet AS jatuh dalam wilayah Iran sejak perang dimulai lebih dari sebulan yang lalu. Sebelumnya, pasukan Kuwait tak sengaja menembak tiga jet tempur F-15E Strike Eagle pada 1 Maret.

Myles Caggins, pensiunan kolonel Angkatan Darat AS dan peneliti senior di New Lines Institute, menyebut penembakan jet tersebut sebagai peristiwa signifikan bagi militer AS.

"Senjata pertahanan udara utama Iran telah dihancurkan pada hari-hari pertama perang melalui serangan udara atau dilumpuhkan melalui serangan siber yang canggih, namun masih ada sistem pertahanan udara portabel dan kemungkinan jenis sistem yang dibawa oleh satu orang itulah yang bisa saja menembak jatuh F-15 ini," kata Caggins.




(fyk/vmp)
TAGS






Hide Ads