Sabtu, 04 Mei 2019 10:49 WIB

Telkomsel Geber Teknologi 4,9G Demi Kenyamanan Layanan Data

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Telkomsel merilis aplikasi video on-demand MAXstream Foto: Telkomsel merilis aplikasi video on-demand MAXstream
Jakarta - Sepanjang tahun 2017 dan 2018 kemarin, Telkomsel konsisten membangun jaringan 4G LTE. Langkah tersebut untuk memberikan layanan yang terluas dan terbaik bagi pelanggannya.

Saat ini, menurut Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, layanan 4G Telkomsel telah melayani 93% populasi di Indonesia dan sepanjang 2019 ini akan membangun lagi sedikitnya 22 ribu base transceiver station (BTS) 4G LTE, sehingga pada akhir tahun 2019 bisa melayani 95% populasi Indonesia.

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2019 ini, layanan 4G Telkomsel juga akan menemani para pelanggan yang melakukan mudik di sepanjang jalur mudik baik di jalur tol, kereta dan laut. Untuk itu, Telkomsel secara khusus telah membangun 10.000 BTS multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.




Lebih lanjut lagi, Bob menjelaskan, untuk memberikan layanan terbaiknya, Telkomsel mengeksplorasi kapabilitas teknologi 4G yang dimilikinya.

Sebagaimana diketahui, LTE ini mempunyai tiga generasi, yakni LTE itu sendiri yang banyak dikenal dengan sebutan 4G, kemudian ada LTE Advanced yang disebut 4,5G dan selanjutnya adalah LTE Advanced Pro atau dikenal juga dengan 4,9G.

"Kami coba memaksimalkan kapabilitas yang ada di LTE Advanced dan LTE Advanced Pro guna memastikan layanan yang terbaik bagi pelanggan," ungkap Bob.


Telkomsel Kembangkan Teknologi 4,9G Demi Kenyamanan Layanan DataDirektur Network Telkomsel Bob Apriawan Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto


LTE Advanced Pro 4,9G yang diterapkan Telkomsel ini, dikatakan Bob, menggunakan teknologi massive MIMO yang mampu memberikan kapasitas lebih besar user yang lebih banyak dan customer experience yang lebih konsisten.

"Teknologi ini juga digunakan pada gelaran Asian Games 2018 lalu dan IMF - World Bank Annual Summit di Bali. Selain itu beberapa kota besar seperti Jabotabek, Batam, Banjarmasin dan Surabaya sudah diterapkan teknologi ini," imbuh Bob.

Teknologi lainnya adalah Licensed Assisted Access (LAA), yang merupakan carrier agregasi (penggabungan kanal) antara LTE di kanal 1,8 Ghz dengan WiFi di kanal 5Ghz yang mampu menghasilkan kecepatan downlink hingga 800 Mbps. Dengan teknologi ini tidak akan ada lagi area blankspot.




Penerapa teknologi ini juga ditunjang dengan jumlah spektrum yang dimilikinya dimana Telkomsel memiliki spektrum yang besar, yakni 52,5Mhz FDD dan 30Mhz TDD. Anak usaha Telkom ini menjadi operator yang memiliki kombinasi low band dan mid band yang paling ideal.

Di low band telkomsel memiliki 15 Mhz di kanal 900 Mhz, dimana spektrum low band ini dipergunakan untuk memperluas coverage LTE dengan cara yang paling efisien. Dengan kapasitas spektrum yang sudah contigous pasca refarming ini bisa mendapatkan throughput dua kali lipat lebih besar sehingga mampu memberikan customer experience yang lebih konsisten.

Sementara di mid band, Telkomsel memiliki spektrum di kanal 1,8 Ghz dan 2,3 Ghz yang digunakan untuk memberikan kapasitas yang lebih besar dengan menggunakan teknologi LTE Advanced dan LTE Advanced Pro.


Simak juga video Inilah Berbagai Kecanggihan Internet 5G:

[Gambas:Video 20detik]


Telkomsel Geber Teknologi 4,9G Demi Kenyamanan Layanan Data
(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed