Aplikasi Google Akan Blokir Fungsi Telepon Jika Telat Bayar Cicilan?

Aplikasi Google Akan Blokir Fungsi Telepon Jika Telat Bayar Cicilan?

Josina - detikInet
Senin, 09 Nov 2020 18:08 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Sebuah aplikasi aneh muncul di Google Play Store, aplikasi ini dinamai Device Lock Controller. Sebuah aplikasi yang dirilis diam-diam oleh kembali oleh Google pada bulan Juni dan telah memiliki sekitar 10 unduhan.

Pada dasarnya aplikasi tersebut dirancang untuk memungkinkan kreditor, bank atau jasa penyediaan cicilan dapat memblokir fungsi perangkat telepon dari jarak jauh jika ada nasabah mereka yang telat membayar cicilan.

"Device Lock Controller mengaktifkan pengelolaan perangkat untuk penyedia kredit. Penyedia Anda dapat membatasi akses ke perangkat Anda dari jarak jauh jika Anda tidak melakukan banyak pembayaran," demikian fungsi aplikasi tersebut yang tertera di Play Store.

"Jika perangkat Anda dibatasi, fungsionalitas dasar, seperti panggilan darurat dan akses ke pengaturan, akan tetap tersedia." tambahnya.

Dilansir detiKINET dari GSM Arena, Senin (9/11/2020) penemuan aplikasi ini pertama kali ditemukan oleh XDA-Developers. Aplikasi ini menggunakan DeviceAdminService API untuk mengontrol fungsi perangkat dari jarak jauh.

"Ini adalah API yang sama yang digunakan perusahaan untuk mengontrol apa yang dapat dilakukan karyawan dengan telepon kantor mereka." katanya.

Namun aplikasi ini dihadapkan dengan dilema etika. Meskipun pemberi pinjaman dan penyedia ingin memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan pada perangkat yang dibiayai.

Tapi hal tersebut akan menimbulkan masalah bagi orang-orang yang menggunakan smartphone sebagai perangkat utama mereka. Sebab smartphone apalagi di masa pandemi untuk berkomunikasi sangatnya penting.

Melansir dari XDA-Developers Google pun memberikan tanggapan akan aplikasi ini. Seorang juru bicara dari Google menghubungi xda-developers.com untuk mengklarifikasi beberapa detail tentang aplikasi Device Lock Controller.

Untuk memulainya, Google mengatakan mereka meluncurkan aplikasi ini untuk bekerja sama dengan operator Kenya yang bernama Safaricom.

Dalam posting blog tertanggal 28 Juli 2020 yang berjudul Menumbuhkan akses dan inklusi dengan ponsel cerdas yang lebih terjangkau, Google berbicara tentang peluncuran rencana pembiayaan baru Safaricom 'Lipa Mdogo Mdogo' (bayar per bit) yang memungkinkan warga Kenya untuk beli smartphone Android Go Edition baru dengan angsuran terjangkau.

Di halaman FAQ Safaricom tentang paket pembiayaan ini, operator mengatakan bahwa mereka akan 'mengunci perangkat' setelah 4 hari tidak membayar.

Namun yang jadi pertanyaannya mengapa aplikasi tersebut tidak muncul di pencarian Gogole Play Store. Google pun menjawab itu adalah sebuah kesalahan.

Google telah mengonfirmasi bahwa aplikasi tersebut tidak boleh terdaftar di Google Play Store untuk pengguna di Amerika Serikat dan mereka akan bekerja untuk menghapusnya.

Google pun juga enggan berkomentar apakah nantinya akan bekerja sama dengan lebih banyak operator atau lembaga keuangan lainnya.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)