Perang modern kembali menghadirkan ironi yang tak terduga. Drone murah yang selama ini menjadi senjata andalan Iran untuk menyerang musuh kini justru "berbalik arah". Amerika Serikat dilaporkan menggunakan drone kamikaze yang desainnya terinspirasi langsung dari drone Iran untuk menghantam target militer Tehran.
Drone tersebut bernama LUCAS (Low-cost Uncrewed Combat Attack System). Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Amerika Serikat, SpektreWorks, dengan konsep yang sangat mirip dengan Shahed-136, drone kamikaze Iran yang terkenal digunakan dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Ironinya, konsep drone murah yang dulu menjadi keunggulan Iran kini dipelajari, ditiru, lalu ditingkatkan oleh Amerika Serikat untuk kepentingan militernya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Drone LUCAS Terinspirasi Shahed-136
Pengembangan LUCAS bermula dari upaya militer AS mempelajari berbagai drone Shahed-136 yang berhasil mereka dapatkan dari medan konflik. Analisis teknis terhadap puing-puing drone tersebut memungkinkan para insinyur memahami desain, sistem navigasi, hingga metode produksinya.
Shahed-136 (juga dikenal sebagai "Geran-2" di Rusia) sudah terkenal sejak Perang Ukraina. Drone delta-wing ini murah, mudah diproduksi massal, dan punya jangkauan ribuan kilometer. Iran memasok ribuan unit ke Rusia dan Houthi.
Drone LUCAS Foto: The Conversation |
AS dan sekutunya sudah lama mengumpulkan puing-puing Shahed yang jatuh di Ukraina, Irak, dan Yaman. Hasil analisis mendalam oleh DARPA dan kontraktor swasta SpektreWorks (Florida) kemudian melahirkan FLM-136 - nama internal LUCAS.
Menurut laporan The War Zone dan Reuters (update 5 Maret 2026), LUCAS bukan sekadar tiruan. Tim insinyur AS memperbaiki kelemahan Shahed asli:
- Signature panas lebih rendah (lebih sulit dideteksi radar Iran)
- Kemampuan swarm AI (bisa terbang dalam formasi 50-100 unit tanpa komunikasi radio)
- Payload lebih presisi meski lebih kecil
"Harga Shahed asli sekitar US$20.000-40.000, tapi kualitasnya tidak konsisten. LUCAS kami buat lebih andal dengan komponen Amerika, tapi tetap murah supaya bisa diproduksi puluhan ribu unit," ujar sumber Pentagon yang dikutip CNN.
Drone LUCAS Foto: Kyivpost |
Dalam Operation Epic Fury, LUCAS diluncurkan dalam jumlah signifikan untuk menargetkan fasilitas peluncuran rudal, basis IRGC, dan infrastruktur drone Iran.
CENTCOM melaporkan bahwa penggunaan drone murah ini membantu mengurangi ancaman balasan Iran, karena memaksa musuh menghabiskan sumber daya mahal untuk menangkis serangan massal berbiaya rendah.
| Parameter | LUCAS (Amerika Serikat) | Shahed-136 (Iran) |
|---|---|---|
| Jenis | Loitering munition / drone kamikaze | Loitering munition / drone kamikaze |
| Produsen | SpektreWorks | Shahed Aviation Industries |
| Harga per unit | Β± USD35.000 | Β± USD20.000β40.000 |
| Panjang | Β± 3 meter | Β± 3,5 meter |
| Rentang sayap | Β± 2,4 meter | Β± 2,5 meter |
| Jangkauan | Ratusan kilometer | 1.000β2.500 km |
| Payload | Β± 18 kg bahan peledak | 40β50 kg bahan peledak |
| Kecepatan | Β± 185 km/jam | Β± 185 km/jam |
| Strategi penggunaan | Serangan massal (swarm drone) | Serangan massal (swarm drone) |
Perang Drone Murah Jadi Tren Baru
Efek psikologisnya pun kuat. Tentara Iran menghadapi drone yang bentuknya sangat mirip dengan senjata kebanggaan mereka sendiri-sebuah pengingat bahwa konsep "drone murah dan banyak" yang mereka populerkan kini dibalikkan. Pakar militer menyebut ini sebagai contoh klasik reverse engineering di era perang asimetris: belajar dari musuh, tingkatkan, lalu gunakan melawan mereka.
Drone LUCAS Foto: The Conversation |
Bicara lebih luas lagi, kehadiran LUCAS menunjukkan perubahan besar dalam strategi militer modern. Jika sebelumnya perang didominasi senjata mahal seperti jet tempur atau rudal presisi, kini banyak negara mulai mengandalkan drone murah yang bisa diproduksi massal.
Strategi ini memungkinkan serangan dilakukan dengan biaya jauh lebih rendah. Misalnya, dengan dana yang sama untuk satu rudal mahal, militer bisa meluncurkan puluhan drone kamikaze sekaligus.
Selain itu, serangan massal drone juga dapat membanjiri sistem pertahanan udara musuh. Radar dan sistem anti-rudal sering kesulitan menghadapi puluhan objek terbang kecil yang datang bersamaan dari berbagai arah.
(afr/afr)




