Daftar Isi
Long weekend menjadi momen favorit banyak orang untuk bersantai sambil menonton film atau serial terbaru. Namun, di tengah banyaknya pilihan hiburan, masih ada pengguna internet yang mengakses situs streaming ilegal seperti IndoXXI, LK21, dan situs sejenis karena dianggap gratis dan mudah diakses.
Padahal, risiko yang mengintai bukan hanya soal pelanggaran hak cipta. Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa situs streaming ilegal dapat menjadi pintu masuk malware berbahaya yang berpotensi mencuri data pribadi hingga menguras rekening korban.
Peringatan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah kreator konten keamanan siber Namsun Bertin atau yang dikenal sebagai Mr. Bert mengunggah video edukasi di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyoroti bahaya situs streaming ilegal yang kerap disusupi malware pencuri data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Kehilangan Rp 345 Juta
Mr. Bert mengungkap kasus seorang ibu yang disebut kehilangan uang hingga Rp 345 juta setelah rutin mengakses situs streaming ilegal untuk menonton drama China.
"Website ini punya virus pencuri uang. Baru saja ada ibu kehilangan uang Rp 345 juta hanya nonton film dracin drama China CEO yang ada di website ini," ujar Mr. Bert dalam videonya.
Meski penyebab pasti dalam kasus tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui investigasi forensik digital, para ahli keamanan memang telah lama mengingatkan bahwa situs bajakan merupakan salah satu media penyebaran malware yang paling sering digunakan pelaku kejahatan siber.
Dalam demonstrasinya, Mr. Bert melakukan pemindaian terhadap situs streaming ilegal menggunakan layanan analisis keamanan. Hasilnya menunjukkan adanya indikasi ancaman yang dapat membahayakan pengguna.
Ancaman yang umum ditemukan pada situs semacam ini antara lain:
- Infostealer, malware yang mencuri username, password, cookie browser, dan data login.
Keylogger, program yang merekam setiap tombol yang diketik pengguna. - Banking Trojan, malware yang dirancang untuk mencuri data perbankan dan transaksi keuangan.
- Malicious Ads, iklan berbahaya yang dapat mengarahkan pengguna ke situs penipuan atau mengunduh malware secara otomatis.
- Jika perangkat terinfeksi, pelaku bisa mendapatkan akses ke akun perbankan, e-wallet, media sosial, hingga email korban.
Kenapa Situs Gratis Berbahaya?
Banyak orang bertanya-tanya mengapa situs streaming ilegal bisa beroperasi secara gratis.
Jawabannya sederhana: mereka mendapatkan pemasukan dari jaringan iklan agresif yang tidak selalu terverifikasi keamanannya. Tidak sedikit iklan yang mengandung malware, script berbahaya, atau mengarahkan pengguna ke situs phishing.
Pengguna sering kali tidak sadar ketika mengklik tombol palsu bertuliskan "Play", "Download", atau "Close". Dalam beberapa kasus, malware bahkan bisa terunduh tanpa disadari ketika halaman web dibuka.
"Enggak ada nonton film gratisan, semua itu ada hal yang harus kau bayar," kata Mr. Bert dalam video tersebut.
Cara Melindungi Diri
Agar terhindar dari ancaman malware dan pencurian data, pengguna disarankan menerapkan beberapa langkah keamanan berikut:
- Hindari mengakses situs streaming ilegal.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun penting.
- Gunakan antivirus yang selalu diperbarui.
- Jangan mengklik iklan atau pop-up mencurigakan.
- Rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi.
- Gunakan password yang berbeda untuk setiap akun penting.
- Waspadai permintaan OTP dari pihak mana pun.
Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko pencurian data maupun pembobolan akun keuangan.
Ilustrasi streaming. Foto: Getty Images/iStockphoto/simpson33 |
Link Nonton Aman dan Legal
Daripada mengambil risiko kehilangan data atau uang, pengguna disarankan beralih ke layanan streaming resmi yang lebih aman dan legal.
Berikut beberapa platform streaming legal yang bisa menjadi pilihan untuk menemani kalian:
| Link Platform | Deskripsi Singkat | Harga Mulai |
|---|---|---|
| Netflix | Ribuan film eksklusif global, series, dan dokumenter. | Rp 54.000/bulan |
| Disney+ Hotstar | Konten Disney, Marvel, Pixar, dan National Geographic. | Rp 39.000/bulan |
| Amazon Prime Video | Beragam genre termasuk series premium seperti The Boys. | Rp 59.000/bulan |
| HBO Max | Fokus pada series premium seperti Game of Thrones. | Rp 60.000/bulan (setelah trial 7 hari) |
| Apple TV+ | Konten original Apple seperti series Severance, Ted Lasso, dan film eksklusif berkualitas tinggi. | Rp 99.000/bulan |
| Vidio | Platform OTT terbesar di Indonesia dengan film, series, olahraga, dan konten lokal. Ada opsi gratis dengan iklan. | Rp 29.000/bulan (Platinum) |
| CubMu | Streaming gratis dengan ribuan film internasional, K-Drama, sinetron, serial, dan live TV Indonesia. | Gratis |
| WeTV | Spesialis drama Asia (Cina, Korea, Thailand). | Rp 33.000/bulan (VIP) |
| Viu | Drama Korea, variety show, dan film Asia. | Rp 30.000/bulan (VIP) |
| iQIYI | Drama Asia dan anime populer. | Rp 39.000/bulan (VIP) |
(afr/afr)


