Jumat, 17 Mei 2019 16:28 WIB

Pendiri Telegram Juga Curiga Pada Pencipta WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Pendiri WhatsApp, Jan Koum. Foto: Getty Images Pendiri WhatsApp, Jan Koum. Foto: Getty Images
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call
Jakarta - WhatsApp kini dikendalikan sepenuhnya oleh Facebook. Dua pendirinya, Brian Acton dan Jan Koum telah mengundurkan diri pada 2017 dan 2018. Pendiri Telegram, Pavel Durov, turut membahas soal itu.

Brian Acton bahkan mengakui ia menjual privasi user WhatsApp. "Pada akhirnya, aku menjual perusahaanku. Aku menjual privasi user. Aku membuat pilihan dan berkompromi. Dan hal itu selalu mengusikku setiap hari," sebut Acton sesaat setelah lengser.

"Aku sudah terjual, aku mengakui hal itu," tambah dia. Acton memutuskan lengser dari Facebook karena tak setuju dengan metode monetisasi WhatsApp. Tak cuma itu, dia tidak mengambil jatah saham senilai USD 850 juta atau di kisaran Rp 12 triliun.


Durov curiga Acton ataupun Koum punya rahasia yang tak dapat mereka bagikan karena sesuatu hal. "Tahun lalu, pendiri WhatsApp meninggalkan perusahaan terkait masalah privasi user," tulis Durov dalam kolomnya Why 'WhatsApp Will Never Be Secure'.

"Mereka tentu terhubung dengan sesuatu, sehingga tidak bisa mendiskusikan backdoor itu di publik tanpa risiko kehilangan kekayaan dan kemerdekaan. Tapi mereka memang bisa mengakui bahwa mereka telah menjual privasi user," tambahnya.

"Aku paham keengganan pendiri WhatsApp menyediakan lebih banyak detail. Tak mudah mempertaruhkan kenyamanan. Beberapa tahun silam, aku harus meninggalkan negaraku karena menolak patuh pada pemerintah. Tapi apakah aku akan melakukannya lagi? Dengan senang,"

"Setiap dari kita akan mati pada akhirnya, tapi sebagai spesies kita masih akan lama di sini. Itulah mengapa kupikir mengumpulkan kekayaan, ketenaran atau kekuasaan tidak relevan. Melayani kemanusiaan adalah satu-satunya hal penting dalam jangka panjang," lanjut Durov.

Selain Telegram, Durov adalah pencipta jejaring sosial VKontakte. VKontakte tumbuh jadi jejaring sosial paling tenar di Rusia dan Durov dibantu mengembangkannya oleh sang kakak, Nikolai.


Tapi pada tahun 2011, dia memicu masalah dengan Kremlin karena menolak menutup halaman milik aktivis oposisi yang memprotes kembalinya Vladimir Putin jadi presiden.

Hasilnya, Durov menjadi incaran polisi dan dipaksa menjual VKontakte pada investor yang pro Kremlin. Dia dipecat dari jabatan CEO VKontakte dan terusir dari Rusia. Ia pun melanglang buana ke berbagai negara bersama Nikolai. (fyk/fyk)
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed