Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AI dan Cloud Jadi Senjata Baru Inovasi Pembayaran Digital, Mahasiswa Ikut Diuji

AI dan Cloud Jadi Senjata Baru Inovasi Pembayaran Digital, Mahasiswa Ikut Diuji


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ilustrasi AI di bisnis
Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Kolaborasi antara industri teknologi dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab tantangan sektor keuangan digital.

Melalui program workshop dan mini hackathon, perusahaan teknologi pembayaran Paylabs bersama Alibaba Cloud Indonesia dan Binus University mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan untuk ekosistem pembayaran digital.

Program bertajuk Mini Hackathon 2026 tersebut berlangsung pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026 dan melibatkan mahasiswa dari School of Computer Science Binus. Kegiatan ini mengusung tema "Redefining Digital Payments through AI & Cloud Innovation" dengan fokus pada pengembangan solusi teknologi untuk sistem pembayaran digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dalam program tersebut, peserta diajak memahami integrasi teknologi AI dengan infrastruktur cloud serta sistem payment gateway yang menjadi tulang punggung transaksi digital modern.

Global Program Manager AI Advocacy & Developer Experience Alibaba Cloud Internasional Febria Roosita mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang penerapan teknologi AI dan cloud dalam industri.

"Melalui Mini Hackathon ini, kami ingin menghadirkan pengalaman nyata bagaimana teknologi AI dan cloud dapat diterapkan langsung pada industri pembayaran digital," ujar Febria dikutip Sabtu, (14/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop teknis yang menghadirkan praktisi industri. Pada tahap ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai integrasi sistem pembayaran digital dengan teknologi cloud yang dirancang agar lebih skalabel dan efisien.

Selanjutnya, peserta ditantang untuk merancang minimum viable product (MVP) sebagai solusi atas berbagai persoalan dalam transaksi digital, mulai dari aspek efisiensi sistem hingga pengalaman pengguna.

Head of Computer Science Program Alam Sutera BINUS University, Diana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis industri yang diterapkan di kampus.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pengalaman langsung dalam mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

"Mini Hackathon menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerjemahkan teori menjadi solusi nyata. Sinergi antara akademisi dan industri penting agar lulusan siap berkontribusi dalam transformasi digital," kata Diana.

Dari sisi industri, Marketing Manager Indonesia & China Paylabs, Raditta, menilai perkembangan teknologi seperti AI dan cloud akan memainkan peran penting dalam evolusi sistem pembayaran digital.

Ia mengatakan kolaborasi antara perusahaan teknologi, penyedia infrastruktur cloud, dan perguruan tinggi dapat mempercepat lahirnya inovasi baru di sektor fintech.

"Kami percaya masa depan pembayaran digital ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi seperti AI dan cloud," ucapnya.

Saat ini Paylabs sebagai penyedia payment gateway berlisensi di Indonesia menyediakan berbagai metode pembayaran digital, mulai dari QRIS, e-wallet, hingga virtual account bank. Infrastruktur cloud dari Alibaba Cloud dinilai dapat mendukung pengembangan solusi digital yang lebih fleksibel dan terukur.

Melalui kolaborasi tersebut, program Mini Hackathon diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi teknologi, tetapi juga mendorong integrasi teknologi AI dalam sistem pembayaran digital serta memperkuat kesiapan talenta muda menghadapi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.




(agt/agt)







Hide Ads